8 Juta, Target Wajib Pajak Baru Tahun Depan

Kompas.com - 12/08/2009, 02:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak menargetkan penambahan jumlah wajib pajak (WP) baru selama 2010 sebanyak delapan juta.  "Kita targetkan 8 juta penambahan WP baru dengan menjaring orang-orang kaya dan pekerja BUMN," kata Dirjen Pajak M. Tjiptardjo di Jakarta, Selasa (11/8).
     
Tjiptardjo mengungkapkan, pihaknya akan menjaring pengusaha yang bergerak di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sampai saat ini jumlahnya mencapai sekitar 800 unit usaha.  Selain itu, pihaknya juga menargetkan "tax ratio" pada 2010 mencapai 11 persen dengan melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Sementara pertumbuhan penerimaan pajak pada 2010 ditargetkan mencapai lebih dari 21 persen dengan tolok ukur produk domestik bruto (PDB) dan inflasi.
     
Menurut Tjiptardjo, selama lima tahun terakhir, "tax ratio" hanya mencapai sekitar 7,31 persen, dan khusus pada 2009 hingga Juni, pertumbuhan penerimaan pajak mencapai sekitar 7,31 persen. Berdasarkan data Ditjen Pajak, jumlah WP yang memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) hingga akhir Mei 2009 mencapai sekitar 14,08 juta. Jumlah tersebut meningkat dibanding akhir 2008 yang sekitar 10,68 juta.
     
Sementara itu berdasarkan dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2010, upaya penambahan jumlah WP sebagai salah satu upaya ekstensifikasi pajak akan dilakukan melalui tiga pendekatan utama.
     
Pertama, pendekatan berbasis pemberi kerja dan bendahara pemerintah dengan sasaran karyawan yang meliputi pemegang saham atau pemilik perusahaan, komisaris, direksi, staf, pekerja, serta PNS dan pejabat negara.
     
Kedua, pendekatan berbasis properti dengan sasaran orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan/atau memiliki tempat usaha di pusat perdagangan dan/atau pertokoan, dan perumahan.
     
Ketiga, pendekatan berbasis profesi dengan sasaran dokter, artis, pengacara, notaris, akuntan, dan profesi lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau