Misteri Perekrut Bomber dan Uang Rp 1 Miliar

Kompas.com - 12/08/2009, 08:43 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Ustaz Saefudin Jaelani (32) yang diduga merekrut Danni Dwi Permana (18)—lulusan SMA Yadika 7, Bogor, yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott—disebut-sebut pernah menerima uang Rp 1 miliar.

Saefudin diketahui tinggal di Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Kabupaten Bogor. Bisa dibilang, ia tiba-tiba muncul di perumahan itu. Dia mengontrak rumah tipe 36 di gugus Candraloka, sejak akhir 2007. Pedagang obat-obatan herbal dan ahli pengobatan bekam ini tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Namun, sekitar 3-4 bulan lalu, Saefudin dan keluarganya menghilang. Pada saat yang hampir bersamaan, Danni yang baru menyelesaikan ujian akhir di sekolahnya, SMA Yadika 7, Kemang, Bogor, juga tak ketahuan rimbanya. Seperti juga kedatangannya, kepergian Saefudin juga tiba-tiba.

Menurut sejumlah warga Telaga Kahuripan, saat tinggal di perumahan tersebut, Saefudin pernah menerima uang Rp 1 miliar. Hal ini diketahui warga karena Saefudin meminjam rekening salah seorang warga untuk menampung uang tersebut.

Setelah uang itu masuk, si pemilik rekening segera memindahkannya ke Saefudin. Menurut seorang warga Telaga Kahuripan, Saefudin mengaku tidak punya rekening di bank. Oleh karena itu, empat bulan lalu dia meminjam rekening milik seorang tetangganya.

Si pemilik rekening dan Saefudin memiliki hubungan yang akrab sehingga dia tak banyak tanya. Karisma Saefudin yang luar biasa membuat warga tak curiga.

Cerita ini menyebar dari mulut ke mulut. Setelah Saefudin dicari-cari polisi, cerita tentang transfer Rp 1 miliar ini semakin santer.

Pemilik rekening tersebut belakangan diketahui adalah J, warga Telaga Kahuripan. "Sekitar empat bulan lalu, Ustaz (Saefudin) meminjam rekening saya. Katanya sih, ada yang mau menghibahkan uang Rp 1 miliar," kata pria yang aktif di salah satu masjid tersebut.

Mengutip pengakuan Saefudin, J mengatakan bahwa uang Rp 1 miliar itu akan digunakan untuk mendirikan pondok pesantren. Namun, hingga beberapa bulan kemudian, uang tersebut tak masuk ke rekening J. (Wid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau