Tanpa Keluarga, Jenazah Ibrohim Dikuburkan

Kompas.com - 12/08/2009, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu otak peledakan bom JW Marriot dan Ritz Carlton, Ibrohim, berakhir sudah. Tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung ini dimakamkan di TPU Pondok Ranggon Cipayung Jakarta Timur, Rabu (12/8).

Jenazah tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 dan langsung dimakamkan saat itu juga. Tidak ada pihak keluarga yang terlihat dalam pemakaman yang berlangsung singkat tersebut. Sucihani, istri Ibrohim yang sempat dikabarkan berada di Mabes Polri, juga tidak hadir.

Ibrohim dimakamkan di Blok AAI/BLAD 18. Pemakaman hanya diawasi oleh pihak Kepolisian. Prosesi pemakaman pun berlangsung dengan tidak lazim sebagaimana seharusnya, jenazah tidak sempat diadzani dan langsung dikuburkan begitu saja.

Pada papan nisan kuburan hanya tertera nama "Ibrohim", berusia 37 tahun. Juga terdapat kesalahan pada tanggal wafat Ibrohim yang ditulis 12 Agustus 2009 . Seharusnya, jika merujuk pada tanggal penggerebekan, Ibrohim tewas pada tanggal 8 Agustus 2009 .

Prosesi pemakaman hanya berlangsung sekitar 15 menit. Liang lahat yang sudah disiapkan sebelumnya langsung diisi jenazah untuk dikuburkan oleh beberapa tukang dari TPU Pondok Ranggon. Hanya beberapa wartawan dan anggota Kepolisian yang mengikuti jalannya pemakaman.

Dari pantauan Kompas.com, tidak ada pengamanan ketat yang dilakukan Polisi. Hanya ada sekitar tujuh anggota kepolisian yang berjaga di lokasi. Mereka berasal dari Polsek Cipayung. "Kami hanya melaksanakan instruksi pengamanan," ujar salah satu aparat yang berjaga.

Sebelumnya diberitakan, warga Cilimus, Kuningan, Jawa Barat menolak jika jenazah Ibrohim dimakamkan di daerahnya. Diduga warga menolak, karena Ibrohim dinilai sebagai anggota teroris yang telah membunuh banyak korban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau