Ibrohim, Nana, dan Dani Pernah Serumah

Kompas.com - 12/08/2009, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum meledakkan dua hotel di Mega Kuningan, dua pelaku bom bunuh diri, Nana Maulana dan Dani Dwi Permana, serta salah satu aktor intelektual, Ibrohim alias Boim, sempat tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pondok Jaya, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, selama satu setengah bulan, dari tanggal 2 Juni-17 Juli 2009, bukan tiga pekan seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Demikian disampaikan Ketua RT 01, Linda, setelah bertemu dengan pemilik kontrakan, Ny Wiwid dan Sugondo, Rabu (12/8) sore, di rumahnya, yang bersebelahan dengan rumah kontrakan. Menurut Linda, pemilik rumah tersebut sama sekali tidak menaruh curiga dengan tiga pria penyewa tersebut. Mereka pun terhenyak ketika menyaksikan rekaman CCTV terkait aksi bom bunuh diri yang disiarkan berulang kali oleh stasiun televisi.

Karena takut, mereka segera melaporkan hal tersebut kepada salah seorang kerabatnya yang berprofesi sebagai polisi. "Bapak Sugondo akhirnya diperiksa Densus 88," ujar Linda. Masih menurut Sugondo, seperti yang disampaikan Linda, ketiganya keluar kontrakan pada tanggal 17 Juli. Boim keluar sekitar pukul 06.00 dan berpamitan dengan alasan diterima kerja di sebuah perusahaan di kawasan Tanjung Priok. Selisih setengah jam, Nana dan Dani meninggalkan kontrakan dijemput langsung oleh Eko.

Diceritakan, Eko datang ke kontrakan dengan luas sekitar 30 meter persegi itu dengan membawa troli berisi tanaman. Sesaat setelah kepergian mereka, seperti diberitakan, dua bom berdaya ledak rendah menghancurkan sebagian bangunan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Sayangnya, ketika hendak dimintai konfirmasi, Sugondo menutup diri dan tidak bersedia menemui wartawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau