Simon Sulit Kontrol Emosi

Kompas.com - 12/08/2009, 18:56 WIB

HYDERABAD, Kompas.com — Tunggal ketiga Indonesia, Simon Santoso, tampil kurang greget dan menyakinkan meskipun mampu lolos ke babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2009 di Gachibowli Indoor Stadium Hyderabad, India, Rabu.
    
Tampil setelah dua rekannya, Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat, Simon Santoso harus bermain tiga game untuk menghentikan pemain non-unggulan asal Singapura, Zi Liang Derek Wong, dengan skor 21-13, 19-21, 21-16.

Setelah menang mudah pada game pertama, unggulan ke-13 ini tidak mampu mempertahankan konsistensi permainannya dan lebih banyak tertekan. Bahkan, sempat tertinggal 16-20 dan hanya mampu menipiskan kekalahan pada game kedua dengan 19-21.

"Saya sedikit kehilangan kontrol di game kedua, dan beberapa kali melakukan kesalahan. Masalah angin juga sedikit mengganggu permainan, selain lawan yang permainannya cukup ulet," kata Simon yang kembali bangkit dan menekan lawannya pada game ketiga.
    
Pada babak ketiga, Kamis (13/8), pebulu tangkis peringkat 16 dunia itu akan menghadapi salah satu wakil Jepang, Kenichi Tago.

Di babak awal, Tago membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan ke-7 asal Denmark, Joachim Persson, dan hari ini mengalahkan Marc Zwiebler dari Jerman 21-15, 21-11. "Saya harus lebih konsentrasi dan mengontrol emosi," tambah Simon yang merasa optimistis bisa mengatasi Tago untuk menuju perempat final.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau