Etiket, Hal Esensial Mencapai Sukses

Kompas.com - 12/08/2009, 21:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mencapai sukses dalam banyak hal, paling esensial yang perlu dimiliki oleh remaja dan generasi muda sekarang ini adalah etiket. Etiket harus bersandarkan pada etika. Etiket adalah kebutuhan hakiki. Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan.

Itu antara lain benang merah yang dikemukakan Presiden Direktur Kompas Gramedia Jakob Oetama dan pakar etiket yang juga Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Duta Bangsa, Mien R Uno, pada peluncuran Buku Pintar Etiket untuk Remaja (penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2009), Rabu (12/8) di Jakarta.

Peluncuran buku yang ditulis Mien R Uno itu dihadiri ratusan tamu dan berlangsung sangat meriah. Setelah menampilkan sepasang remaja, yang menjadi maskot di kover buku, sekelompok remaja menampilkan tarian dan aksi-aksi yang atraktif dan energik. Bahkan, Mien R Uno yang kini berusia 68 tahun, ketika menuju panggung, juga tak mau kalah. Berjalan sambil berjoget, tak kalah gesitnya dengan para remaja penari. Sebuah pertunjukan yang menghibur.

Jakob Oetama yang meresmikan peluncuran buku tersebut, di awal sambutannya mengutip pernyataan Presiden Amerika Serikat Theodore Rosevelt, yang mengatakan, salah satu unsur yang paling penting, yang paling esensial untuk mencapai sukses adalah kemampuan untuk bergaul dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

"Di sinilah perlunya etiket, sebuah kebutuhan yang begitu hakiki. Indikatornya dapat dilihat dari buku pertama Ibu Mien R Uno yang dicetak berulang kali. Bukti sebuah kesuksesan," katanya.

Menurut Jakob, etiket bergaul dalam perkembangan zaman harus semakin dibudayakan. Etika, sikap hidup, saling menolong, orientasi dasar itu harus dimiliki guna memperkaya pergaulan kita untuk mencapai jenjang kesuksesan. Etiket harus bersandarkan pada etika. Inti dari etiket dan etika pergaulan adalah kepedulian.

Seusai memberikan sambutan singkat, Jakob Oetama membubuhkan tanda tangan di poster sampul buku, pertanda resmi diluncurkannya Buku Pintar Etiket untuk Remaja.

Mien R Uno mengatakan, yang ia tulis di buku setebal 261 halaman itu adalah pengalaman sendiri yang ia temui di lapangan. Rupanya, banyak remaja yang tak tahu dengan etiket. "Karena dendam dengan remaja yang tak tahu etiket itulah, buku ini harus saya tulis, yang diselesaikan dalam waktu dua tahun," katanya.

Mencermati pergaulan remaja zaman sekarang, yang ditakuti Mien R Uno, perempuan yang telah meraih banyak prestasi bergengsi ini, adalah generasi muda sekarang jadi warga masyarakat yang individualis.

"Remaja yang memahami etiket akan lebih berhasil dalam pergaulan. Berinteraksi dengan orang-orang tidak membuatnya sengsara, malah membuat suasana hati ceria. Karena dengan tahu etiket, tahu apa yang harus dan tidak harus dilakukan. Tahu apa yang diharapkan dan tidak diharapkan dari dan oleh orang lain. Akan mudah menyesuaikan diri dan diterima oleh siapa pun dan dalam situasi apa pun. Tahu etiket, akan enjoy berada di mana pun, bahkan di lingkungan baru sekalipun," paparnya.

Duta Baca Indonesia, Tantowi Yahya, dalam testimoninya mengatakan buku yang ditulis Ibu Mien R Uno luar biasa. Buku ini memberi banyak pembelajaran. Buku Pintar Etiket untuk Remaja ini mengisi kekosongan bahan bacaan remaja dan para orangtua. "Orangtua sekarang seringkali salah tingkah melihat anak-anaknya yang kurang etiket, seperti bersalaman dengan tamu tak melihat muka," ujarnya.

Sementara Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi menilai, anak-anak sekarang banyak yang cerdas, tetapi cerdas kognitif. Mereka tidak memiliki kecerdasan spiritual, kecerdasan moral, dan kecerdasan sosial.

"Dalam bergaul, ada tata caranya. Ini yang kurang dimiliki dan dipahami remaja sekarang. Remaja yang tak tahu etiket akan punya musuh. Jika ini terjadi, seorang remaja akan terhambat untuk berprestasi dan berkembang," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau