JAKARTA, KOMPAS.com - Para elite Partai Golkar diminta tidak GR alias "gede rasa" akan diajak membicarakan kabinet baru di pemerintahan SBY-Boediono, karena Partai Golkar bukanlah partai pemenang pemilu dan pilpres. Demikian diungkapkan Fungsionaris Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan, menanggapi adanya keinginan dari elite partai berlambang beringin itu untuk melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) partai sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014 dilaksanakan. "Yang paling penting kita ini bukan bagian dari yang menang. Jadi jangan GR kita akan diajak bicara kabinet. Kita hormati saja SBY menang. Jangan GR kita akan diajak bicara," kata Ferry di sela-sela acara Rapimnas V Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta, Rabu (12/8) malam.
Rapimnas Partai Golkar yang digelar Rabu (12/8) hingga Kamis (13/8) membahas tentang waktu dan tempat pelaksanaan Munas Partai Golkar. Kubu calon Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical menginginkan pelaksanaan Munas dilaksanakan pada September 2009, sedangkan kubu Ketua Umum M Jusuf Kalla menginginkan Munas digelar pada Oktober 2009.
Keinginan Ical tersebut bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, Partai Golkar memiliki cukup waktu untuk konsolidasi dalam pembentukan kabinet di pemerintahan mendatang, sebelum presiden dan wakil presiden baru dilantik pada 20 Oktober 2009.
Lebih lanjut Ferry mengatakan, mengenai waktu dan tempat pelaksanaan Munas hendaknya dapat diputuskan dengan jalan musyawarah, karena dua hal tersebut, menurutnya, merupakan suatu yang ideal yang dapat mempengaruhi kesempatan salah satu kandidat untuk dapat terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. "Tadi ada dua pendapat (waktu dan tempat pelaksanaan Munas) dan itu harus dimusyawarahkan, karena itu sesuatu yang ideal dan harus di kompromikan," ujar anggota Komisi II DPR RI itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang