Soal Kabinet Baru, Golkar Jangan "GR"

Kompas.com - 13/08/2009, 05:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para elite Partai Golkar diminta tidak GR alias "gede rasa" akan diajak membicarakan kabinet baru di pemerintahan SBY-Boediono, karena Partai Golkar bukanlah partai pemenang pemilu dan pilpres. Demikian diungkapkan Fungsionaris Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan, menanggapi adanya keinginan dari elite partai berlambang beringin itu untuk melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) partai sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014 dilaksanakan. "Yang paling penting kita ini bukan bagian dari yang menang. Jadi jangan GR kita akan diajak bicara kabinet. Kita hormati saja SBY menang. Jangan GR kita akan diajak bicara," kata Ferry di sela-sela acara Rapimnas V Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta, Rabu (12/8) malam.

Rapimnas Partai Golkar yang digelar Rabu (12/8) hingga Kamis (13/8) membahas tentang waktu dan tempat pelaksanaan Munas Partai Golkar. Kubu calon Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical menginginkan pelaksanaan Munas dilaksanakan pada September 2009, sedangkan kubu Ketua Umum M Jusuf Kalla menginginkan Munas digelar pada Oktober 2009.

Keinginan Ical tersebut bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, Partai Golkar memiliki cukup waktu untuk konsolidasi dalam pembentukan kabinet di pemerintahan mendatang, sebelum presiden dan wakil presiden baru dilantik pada 20 Oktober 2009.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, mengenai waktu dan tempat pelaksanaan Munas hendaknya dapat diputuskan dengan jalan musyawarah, karena dua hal tersebut, menurutnya, merupakan suatu yang ideal yang dapat mempengaruhi kesempatan salah satu kandidat untuk dapat terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar. "Tadi ada dua pendapat (waktu dan tempat pelaksanaan Munas) dan itu harus dimusyawarahkan, karena itu sesuatu yang ideal dan harus di kompromikan," ujar anggota Komisi II DPR RI itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau