Sidang Komisi A Tentukan Munas Golkar 4-7 Oktober

Kompas.com - 13/08/2009, 17:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang Komisi A Bidang Organisasi pada Rapimnas Partai Golkar yang berlangsung sejak siang tadi di Kantor DPP Golkar, Kamis (13/8), sudah memutuskan bahwa Munas Golkar mendatang akan dilaksanakan pada 4-7 Oktober mendatang di Provinsi Riau. 

"Komisi A sudah memutuskan seperti itu dan nanti akan dibawa ke paripurna," ujar Ketua DPD Tingkat I Riau Rusli Zainal yang juga mengikuti sidang komisi yang dipimpin oleh Ketua DPD I Sultra Ridwan Bay. 

Rusli juga mengatakan, hampir seluruh perwakilan daerah dan ormas merekomendasikan Riau sebagai tuan rumah penyelenggaraan Munas mendatang. Bahkan, menurut Rusli, Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla pun telah menyatakan persetujuannya.

"Ketum sudah menyetujui Riau sebagai tuan rumah, dengan Sulsel sebagai cadangan," ujar Rusli. 

Asap tak jadi masalah

Rusli juga menyambut baik hasil putusan sidang komisi dan mengatakan bahwa Riau siap menjadi tuan rumah. Soal asap, Rusli mengaku Riau tak terlalu bermasalah dengan persoalan cuaca dan asap yang sebelumnya menjadi salah satu faktor pertimbangan.

"Sejauh ini kalau soal asap tidak hanya di Riau. Di mana-mana ada asap. Tapi tidak ada satu hari pun di mana semua penerbangan batal," tutur Rusli. 

Menurut Rusli, cuaca juga sudah mulai berubah ke musim penghujan.  Di samping itu, Rusli berjanji akan lebih intensif mengerahkan upaya meminimalisasi asap di Riau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau