JAKARTA, KOMPAS.com — Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak menyatakan, pihaknya telah mengetahui dan membaca sebuah e-mail yang mengatasnamakan Noordin M Top yang dimuat salah satu situs internet.
Atas e-mail pengakuan tersebut, Sulistyo mengimbau agar masyarakat jangan lekas percaya. "Jangan percaya kayak gitu-gitu. Siapa saja bisa membuat (e-mail). Kalian aja (wartawan) bisa buat," katanya singkat saat ditemui di kantor Mabes Polri, Kamis (13/8).
Namun, Polri tetap akan menyelidiki pelaku pembuat e-mail tersebut. "Kita akan pelajari karena kita tidak tahu persis apakah sumbernya (e-mail) dari luar atau dalam (situs). Kita akan telusuri," jelas dia.
Dalam e-mail yang dimuat situs lokal yang beralamat di Jember itu disebutkan, seseorang yang mengaku sebagai Noordin M Top membenarkan bahwa yang meninggal di Temanggung saat penggerebekan oleh Densus 88 adalah Ibrohim alias Boim.
Dalam e-mail tersebut, ia mengaku berada di rumah Muhzahri saat penggerebekan bersama kedua pengawal. "Tetapi pada waktu pengepungan saya berhasil lolos dari kepungan polisi," katanya dalam e-mail.
Orang yang mengaku Noordin tersebut juga menyatakan tidak akan menyerah sebelum Amerika beserta sekutunya keluar dari Irak atau negara Islam lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang