GM Targetkan Konsumsi BBM Chevrolet Volt 97 km/liter di Dalam Kota

Kompas.com - 13/08/2009, 19:15 WIB

KOMPAS.com-General Motor Co, mengharapkan mobil listriknya yang mulai diproduksi menjelang akhir tahun depan, yaitu Chevy Volt bisa mendapatkan peringkat konsumsi bahan bakar minimal 230 mpg atau 97 km/liter bila digunakan dalam kota.

Kalau kinerja tersebut bisa diperoleh, berarti mobil listrik GM ini, empat kali lebih irit dibandingkan Prius Gen-3. Saat ini, Toyota Prius adalah mobil paling irit dengan konsumsi bahan bakar kombinasi 50 mpg atau 21 km/liter.

Target tersebut langsung disampaikan oleh CEO GM, Fritz Henderson di pusat Teknologi GM, Waren, Michigan, Selasa kemaren. Lebih lanjut dijelaskan, konsumsi bahan bakar kombinasi Volt, dalam kota dan jalan tol, yaitu 100 mpg (42 km/liter).

Mahal
Target GM tersebut sangat menarik. Sayang, kemampuan Chevy Volt sesungguhnya belum teruji. Di samping itu, harganya juga mahal dan akan susah bersaing dengan Prius yang saat ini dihargai US$22.000. Sementara itu, Bob Lutz, Wakil Chairman GM, Mei lalu mengatakan, Volt akan dijual US$40.000.

Konsep teknologi listrik atau propulsi Volt berbeda dibandingkan dengan mesin mobil konvensional, hibrida dan listrik lainnya. Kendati menggunakan motor bakar 1,4 liter, namun tidak digunakan langsung menggerakan roda. Mobil ini hanya digerakkan oleh baterai, yang juga dapat diisi dengan listrik saat di rumah. Mesin digunakan untuk memuar generator dan listrik yang dihasilkannnya disimpan di dalam baterai.

Hasil Tes
Berdasarkan tes yang dilakukan GM, Chevy akan menjadi mobil produksi massal pertama yang diklaim dengan konsumsi bahan bakar di atas 100 mpg atau 42,5 km/liter. Pengujian konsumsi dengan cara EPA, konsumsi energi kendaraan ini 25 kWh/160 di dalam kota.

Volt dijadwalkan mulai diproduksi akhir 2010 sebagai model 201. Satu kali isi baterai – lithium-ion - diharapkan digunakan untuk menempuh jarak 64 km. Sedangkan untuk “Extended Range”, total jarak tempuhnya 480 km. Pada kondisi seperti ini, aki diisi oleh mesin-generator yang bisa menggunakan berbagai jenis bahan bakar (bensin dan etanol).

“Dari data yang kami peroleh, banyak pengemudi Chevy Volt bisa  menggunakan mode listrik saja untuk  kondisi sehari-hari tanpa perlu menghidupkan mesin,” beber Henderson.

Sesuai data dari Departemen Transportasi Amerika Serikat, 8 dari 10 komuter di negara tersebut,  melakukan perjalanan di bawah 64 km setiap hari.

“Kunci agar konsumsi bahan bakar Volt makin irit, pengemudi harus rajin mencolokkan mobilnya ke stop kontak di rumah. Paling tidak sekali sehari,” papar Henderson.

Konsumsi energi baterai, di samping jarak perjalanan, juga ditentukan oleh faktor lain seperti jumlah barang bawaan dan  penumpang, penggunaan AC dan aksesori. Berdasarkan hasil tes tidak resmi pada prototipe pra-produksi, Chevy Volt bisa mencapai jarak tempuh 64 km dengan mengandalkan tenaga listrik saja.

Sementara itu, hasil tes yang dilakukan EPA,  mobil listrik plug-in lebih irit di dalam kota dibandingkan ketika dikebut di jalan tol. Dengan cara tes EPA tersebuut, GM berharap konsumsi energi Chevy Volt semakin irit, yaitu 25 kWh per 160 km di dalam kota.

Biaya rata-rata listrik di Amerika sekitar 11 sen per kWH). Berarti, pengemudi Volt hanya akan mengeluarkan uang sekitar US$ 2,75 untuk perjalanan 160 km atau kurang dari 3 sen per mil atau Rp 175/km. Murah?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau