Gunther IV, Anjing Berharta Rp 3,7 Triliun

Kompas.com - 14/08/2009, 09:31 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Ini bukan penghinaan terhadap kemanusiaan, tetapi keinginan orang-orang maha kaya yang ingin menyejahterakan binatang-binatang piaraannya melalui asuransi. Jadilah binatang-binatang itu jauh lebih kaya dari manusia kebanyakan. Misalnya, anjing punya harta Rp 3,7 triliun.

Petplan, lembaga asuransi khusus binatang piaraan yang bermarkas di Inggris, pun mengeluarkan daftar 50 binatang terkaya karena diasuransikan pemiliknya, atau menjadi ahli waris dari asuransi pendahulunya. Seperti dilansir fairinvestmen.co.uk, Rabu (12/8), sejumlah binatang, mulai dari anjing, kucing, simpanse, hingga gajah, masuk daftar itu.

“Tanpa melihat kekayaan, Petplan berkomitmen menjamin tiap pemilik bisa menjaga binatang piaraan mereka tetap sehat dan gembira tanpa harus membobol bank,” kata Alison Andrew, Kepala Pemasaran Petplan.

“Kami tahu, hewan piaraan punya peran sangat khusus dalam kehidupan pemiliknya dan Daftar Piaraan Kaya 2009 menunjukkan seberapa jauh rasa sayang si pemilik pada binatang-binatang itu,” imbuh Alison.

Di urutan teratas daftar Petplan itu terdapat Gunther IV, seekor anjing alsatian dengan kekayaan yang menakjubkan, 224,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,7 triliun. Bagaimana anjing ini bisa begitu kaya? Gunther IV mendapat warisan dari Gunther III, ayahnya yang mendapat warisan dari si pemilik Countess Karlotta Libenstein, bangsawan dari Jerman. Mau tahu berupa apa saja harta Gunther IV? Dua di antaranya adalah mansion bekas milik Madonna di Miami Florida AS dan sebuah vila mewah di Bahama. Tiap hari, ia menyantap kaviar dan steak.

Lalu, binatang terkaya kedua adalah Kalu, seekor simpanse yang kini tinggal di Cape Town dengan kekayaan sebesar 53 juta poundsterling atau setara dengan Rp 874 miliar. Ia bisa sekaya itu setelah pemiliknya, perenang kondang Frank O’Neill, bercerai dari Patricia.

Lalu ada anjing bernama Toby Rimes yang mendapat warisan asuransi dari pemiliknya, Ella Wendel, sebesar Rp 495 miliar. Kekayaan juga "dinikmati" beberapa ekor anjing milik pembawa acara talk show terkaya, Oprah Winfrey. Begitu sayangnya Oprah terhadap anjing-anjingnya, ia tak ragu menyisihkan hartanya sebesar Rp 495 miliar demi kesehatan dan kebahagiaan anjing-anjing itu. (sun/fai/sas)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau