JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara keseluruhan mengapresiasi positif Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang disampaikannya pada Rapat Paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8).
Pidato tersebut dinilai cukup komprehensif dan disampaikan secara elaboratif. Akan tetapi, Ketua Fraksi PPP, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, terdapat satu titik lemah yang membuat pidato SBY yang "sempurna" itu menjadi tak paripurna alias tak mencapai puncak.
"Menurut saya, akan lebih lengkap, paripurna jika Presiden juga menjelaskan apa kendala riil atau hambatan yang dihadapi negara ini. Secara jujur itu harus disampaikan. Kalau ini kan, seolah semuanya baik sekali," ujar Lukman saat berbicara pada diskusi mingguan di Press Room Gedung DPR, sore ini.
Hal-hal baik yang diutarakan tanpa diimbangi dengan pemaparan masalah yang dihadapi, dikhawatirkan menciptakan 'utopia'. "Kita memahami kalau pemimpin itu harus memotivasi. Tapi jangan menjadi 'utopi' sehingga menyebabkan kurang berpijak ke bumi terhadap kendala riil sehingga bisa mengajak semuanya bahu membahu," kata anggota Komisi III DPR ini.
Persoalan riil bangsa saat ini, menurut dia, melunturnya jati diri bangsa yang menyebabkan sekelompok masyarakat memiliki keyakinan yang justru mengancam disintegrasi bangsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang