Rancang Skema 3-4-3, Persib Tunggu Hilton

Kompas.com - 14/08/2009, 21:58 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung merancang skema permainan 3-4-3 untuk mengarungi Liga Super Indonesia musim 2009/2010 yang rencananya dimulai Oktober 2009. Pemain asal Brasil Hilton Moreira yang musim lalu memperkuat Persib diproyeksikan untuk menggenapi trisula penyerangan tersebut.

Persib sudah mendapat dua penyerang lainnya, Cristian Gonzales dan Budi Sudarsono pertengahan pekan ini. Hilton akan ditempatkan di lini depan bersama Gonzales dan Budi, kata calon Pelatih Persib Jaya Hartono, Jumat (14/8).

Manajer Persib Umuh Muhtar mengaku terus berhubungan melalui telepon dengan Hilton. Hilton masih berminat untuk bermain di Persib.

"Saya yakin kami bisa mendapatkannya," ujar Umuh yang juga Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) ini.

Hilton, yang sebelumnya bermain untuk Deltras Sidoarjo, pulang ke Brasil sejak liga resmi berakhir untuk menemani istrinya yang melahirkan. Sejak itu, ia belum menampakkan diri di Bandung lagi. Hilton menyumbangkan 16 gol bagi Persib pada musim lalu.

Jaya optimistis, kombinasi Gonzales-Budi-Hilton akan merepotkan pertahanan lawan. Hilton ia nilai merupakan gelandang serang yang rajin menjemput bola. Adapun kematangan duet Gonzales-Budi terbukti saat keduanya mengantarkan Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia tahun 2006. Gonzales pun menjadi penyerang tersubur di liga selama empat musim berturut-turut.

Budi mengikat janji dengan Persib saat dirinya diundang Umuh ke kediamannya di Sumedang pada Rabu lalu. Setelah bernegosiasi secara tertutup sekitar dua jam, mantan penyerang timnas ini menerima uang muka sebagai tanda jadi.

"Iya, saya sepakat untuk main di Persib," ujar pemain berusia 29 tahun ini.

Sebelum Budi, Gonzales juga menerima uang muka. Sebelas pemain yang memperkuat musim lalu pun bersedia kembali bermain untuk Persib.

Mereka adalah, antara lain, Tema Mursadat , Eka Ramdani, Nova Ariyanto, Maman Abdurahman, Atep, dan Gilang Angga Kusumah. Umuh menandaskan, penandatangan kontrak akan dilaksanakan selambat-lambatnya 10 September.  

 

Tunggakan gaji

Salah satu penyebab Persib belum menyodorkan kontrak kepada pemain-pemain tersebut adalah tunggakan gaji satu bulan pada musim lalu. Umuh mengatakan, hal itu merupakan tanggung jawab manajemen lama untuk melunasinya.

Saat dihubungi, sekretaris manajemen Persib musim lalu, Edi Djukardi, menolak memberi keterangan. Konon, gaji bulan Juni untuk pemain dan ofisial tim yang belum terbayar mencapai Rp 980 juta. Gaji itu dibayarkan melalui dana APBD Kota Bandung.

"Saya mohon gaji itu segera dibayarkan karena itu merupakan hak kami. Apalagi kini kami sudah menerima uang muka untuk musim depan dari manajemen baru," harap Nova Ariyanto, stopper yang kembali bermain untuk Persib musim mendatang. Menurut pemain timnas ini, dana APBD sudah cair, namun gaji itu belum juga mereka terima.

Pemain timnas lainnya yang telah diikat Persib Hariono juga mempertanyakan hal serupa. " Saya minta manajemen sebelumnya bisa memberi penjelasan terkait masalah ini," ujarnya.  

 

Timnas

Persib tetap mengikat pemain nasional Nova Ariyanto, Hariono, Maman Abdurahman, dan Eka Ramdani meski polemik tentang pelarangan pemain timnas tidak boleh membela klub sela ma pemusatan latihan untuk Pra Piala Asia 2011 belum selesai.

"Mereka tetap kami beri uang muka dulu karena kami berharap Badan Tim Nasional (BTN) mau mencari solusi terbaik bersama dengan seluruh klub," kata Umuh.

Umuh mengatakan akan hadir dalam pertemuan antara PSSI, BTN, dan seluruh pengurus klub di Jakarta Sabtu ini. Persib akan mengusulkan agar jadwal liga diundur bila BTN tetap melarang pemain timnas membela klubnya. Persib sendiri dirugikan dengan keputusan tersebut karena empat pemain yang terpanggil merupakan jantung pertahanan tim.

Adapun Jaya Hartono berharap agar PSSI menghargai klub sebagai pemilik pemain. "Yang punya pemain kan klub. Izinkanlah pemain untuk berlatih dan bertanding untuk klubnya masing-masing," kata Jaya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau