Ayo Bikin Kejutan Lagi!

Kompas.com - 14/08/2009, 23:37 WIB

HYDERABAD, KOMPAS.com - Indonesia sukses meloloskan tiga wakilnya ke semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Hyderabad, India. Ganda campuran Nova Widianto, serta dua tunggal putra yaitu Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro memperoleh tiket babak empat besar turnamen tersebut.

Hanya Simon Santoso yang terjegal. Tunggal nomor dua di Pelatnas Cipayung itu tak kuasa membendung kehebatan pemain nomor dua dunia, Chen Jin. Pada pertandingan di Gachibowli Indoor Stadium, Jumat (14/8), Simon yang merupakan unggulan ke-13 menyerah 10-21 13-21.

Sementara itu, Taufik yang merupakan unggulan keempat dengan cukup mudah mengalahkan pemain Denmark Jan O Jorgensen, karena mantan pemain Pelatnas tersebut menang straight set 21-19 21-19. Perjalanan serupa juga diperoleh Nova/Liliyana yang terus mempertahankan peluang mempertahankan gelar mereka, setelah menang 21-16 21-14 atas pemain India, Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta.

Sony yang dipaksa berjuang ekstra keras sebelum membuat kejutan. Melawan pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, pemain nomor satu Pelatnas tersebut harus bermain tiga set sampai akhirnya menang 21-16 14-21 21-12.

Satu rintangan berat telah dilewati oleh tiga wakil Indonesia tersebut. Tetapi perjalanan mereka belum selesai, karena masih perlu dua langkah lagi untuk membawa pulang trofi dari India, sekaligus mengakhiri paceklik gelar bulu tangkis di Tanah Air.

Sebelum melangkah ke partai puncak, para punggawa Tanah Air ini kembali harus menghadapi tantangan yang berat. Dari lawan-lawan yang akan dihadapi, sektor tunggal putra bakal melewati jalan terjal dan penuh rintangan karena berhadapan dengan pemain China. Taufik bertemu Chen Jin, dan Sony menantang Lin Dan.

Jika peringkat dunia menjadi acuan, maka dua pemain China tersebut lebih difavoritkan untuk menjadi pemenang. Selain itu, statistik pertemuan membuat angin kemenangan lebih condong berpihak kepada Chen Jin dan Lin Dan.

Namun, kejutan bisa terjadi. Taufik yang bertekad mengulangi prestasi tahun 2005 ketika menjadi juara dunia, tetap memiliki peluang untuk menaklukkan Chen Jin.

Demikian juga dengan Sony. Kemenangan atas Chong Wei pasti meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mengulangi prestasi besar tersebut atas Lin Dan. Selain itu, pertemuan di semifinal nanti akan menjadi kesempatan bagi Sony untuk membalas kekalahan dua tahun lalu di kejuaraan ini, ketika Lin Dan mengalahkannya di final.

Bagaimana dengan Nova/Liliyana? Ganda campuran nomor dua dunia ini mengakui mereka memiliki peluang besar untuk maju ke final, karena lawan yang bakal dihadapi bukan dari China.

Nova/Liliyana yang sedang mengusung misi untuk mempertahankan gelar yang mereka raih dua tahun lalu tersebut akan bertemu Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Unggulan keenam asal Denmark itu lolos ke semifinal setelah menaklukkan pasangan China yang merupakan unggulan keempat, He Hanbin/Yu Yang, dengan 21-10 21-17.

Menurut Liliyana, ini merupakan sebuah keuntungan meskipun pasangan Denmark tersebut juga punya peluang untuk menang. Pasalnya, Nova/Liliyana lebih sering menang atas Joachim/Christinna.

"Dibanding pasangan China, saya lebih senang bertemu ganda Denmark karena kami lebih banyak menangnya. Tapi mereka juga kuat dan solid, terutama pemain putrinya yang punya kecepatan dan smes keras," ujar Liliyana, yang akan 'bercerai' dengan Nova usai turnamen ini.

Nah, satu langkah lagi Taufik, Sony dan Nova/Liliyana, bisa menapaki final dan semakin dekat dengan gelar juara dunia. Semoga, menjelang hari ulang tahun ke-64 Indonesia pada 17 Agustus, mereka bisa mempersembahkan kado yang manis untuk negeri ini. Ayo!

Jadwal semifinal

- Tunggal putra
(4) Taufik Hidayat vs (2) Chen Jin (China)
(6) Sony Dwi Kuncoro vs ((5) Lin Dan (China)

- Tunggal putri
(7) Lu Lan (China) vs (2) Wang Lin (China)
(5) Xie Xingfang (China) vs (8) Pi Hongyan (Perancis)

- Ganda putra
(4) Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korea) vs (2) Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia)
(8) Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan (Malaysia) vs (5) Cai Yun/Fu Haifeng (China)

- Ganda putri
(5) Du Jing/Yu Yang (China) vs (8) Zhang Yawen/Zhao Tingting (China)
(6) Ma Jin/Wang Xiaoli (China) vs (2) Cheng Shu/Zhao Yunlei (China)

- Ganda campuran
(6) Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) vs (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir
(1) Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea) vs (7) Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau