Bibit Waluyo: Deteksi Dini Ancaman Teroris

Kompas.com - 17/08/2009, 13:49 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta masyarakat provinsi ini meningkatkan deteksi dini terhadap ancaman terorisme dengan lebih menggiatkan program sistem keamanan lingkungan.

Imbauan tersebut disampaikan gubernur usai upacara peringatan ke-64 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Semarang, Senin (17/8), menyusul maraknya penangkapan orang yang diduga terkait terorisme oleh kepolisian, di berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat segera melapor kepada aparat yang berwajib jika ada orang-orang yang mencurigakan di sekitar tempat tinggalnya.

Selain itu, gubernur meminta, pemeriksaan kepemilikan kartu tanda pengenal atau identitas agar lebih digiatkan. "Hal ini hendaknya dipahami oleh para camat hingga bupati, sehingga dapat segera diimplementasikan di tingkat bawah," katanya.

Menurut dia, budaya masyarakat Jawa yang halus hendaknya justru jangan sampai menjadi penghambat deteksi dini terhadap ancaman terorisme ini. "Jika ada yang mencurigakan, segera lapor ke aparat yang berwajib," katanya.

Sebelumnya, gubernur juga telah menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat agar aktif dalam menciptakan kondisi dan rasa aman dengan cara menegakkan wajib lapor jika dirasa mengganggu stabilitas keamanan.

Bahkan, ia juga mengingatkan masyarakat senantiasa melaksanakan wajib lapor bila melihat hal-hal yang mencurigakan dan bagi mereka yang mampu diperbolehkan menangkap orang yang dicurigai.

Imbauan gubernur ini disampaikan menyusul maraknya penangkapan orang yang diduga terkait terorisme, seperti penggerebekan di sebuah rumah persembunyian tersangka teroris di Temanggung, 7-8 Agustus 2009 serta kasus penangkapan lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau