KOMPAS.com - Beragam cara merayakan 64 tahun Indonesia merdeka. Di Kalimalang, Bekasi, warga merayakan Hari Kemerdekaan dengan mengejar bebek yang bergambar teroris nomor wahid Indonesia Noordin M Top.
Di tempat lain, Palmerah, Jakarta Barat juga merayakan dengan perlombaan yang wajib ada di acara 17-an itu. Seperti lomba makan kerupuk, lomba balap karung, dan lomba panjat pinang.
Lomba semacam ini tidak hanya ada di RT dan kelurahan lho. Lomba tersebut juga ada di mal dan pusat perbelanjaan, sebut saja Cilandak Town Square.
Sementara itu, di mal Senayan City, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakan dengan kejutan kecil.
Managemen mal tersebut menyewa sekelompok remaja untuk berkeliling dan menyanyikan lagu-lagu wajib. Kelompok remaja itu muncul dari lantai enam. Mereka mengenakan pakaian adat Jawa Barat, Betawi, dan Dayak. Tiga remaja laki-laki paling depan menabuh gendang dan rebana. Sementara remaja putri di belakangnya menyanyikan lagu-lagu wajib.
"17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita... Hari merdeka! Nusa dan bangsa! Hari lahirnya bangsa Indonesia... Merdeka!! Skali merdeka tetap merdeka! Selama hayat masih dikandung badan!" begitu salah satu syair yang dinyanyikannya.
Berdasar pengamatan Kompas.com, perayaan Hari Kemerdekaan ini juga berlangsung di jalanan. Beberapa kelompok pelajar di Jalan TB Simatupang, Blok M, Jalan Asia-Afrika berpawai dengan membawa bendera merah putih di motor dan mobilnya. Namun, tak masalah apa bentuk perayaannya yang penting tetap satu jua.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang