JAKARTA, KOMPAS.com — Pencalonan Tommy Soeharto dalam bursa pencalonan ketua umum Partai Golkar bakal terganjal aturan partai. AD/ART Partai Golkar selama ini mengatur bahwa calon ketum Golkar paling tidak pernah menjabat dalam satu periode kepengurusan Golkar. Sementara Tommy, meski anggota, tak pernah menjabat sebagai pengurus harian.
Calon ketua umum Golkar, Yuddy Chrisnandi, mengatakan, Tommy dapat melenggang terus menuju Munas jika persyaratan dalam AD/ART tersebut diubah. "Saya tak bisa komentar banyak, tapi kita harus kembali kepada aturan-aturan dasar. Kita tak dapat menghalangi siapa pun yang mau maju menjadi calon ketum. Tapi, kita kan enggak mau, begitu ada yang masuk, langsung diubah," ujar Yuddy di sela-sela Seminar Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) bertajuk "Golkar Bangkit" di Hotel Sultan, Selasa (18/8).
Meski demikian, dia menyambut baik munculnya Tommy Soeharto dalam bursa calon ketum Golkar periode 2009-2014. Menurutnya, ini membuktikan Golkar tak kekurangan kader-kader yang baik. "Kalau saya menyambut gembira kalau ada nama-nama baru. Dari sisi kepentingan, Golkar tidak kekurangan kader. Tinggal pertimbangan tata cara dan persyaratan pencalonan," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang