Yuddy Chrisnandi Anggap Golkar Partai Perjuangan

Kompas.com - 18/08/2009, 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi muda Partai Golkar Yuddy Chrisnandi secara jujur mengakui, partainya kini sedang di ambang kelemahan untuk bersaing dengan partai-partai lain. Golkar, kata Yuddy, seakan kian melemah di mata rakyat, seperti tercermin dari hasil pemilu legislatif maupun pemilu presiden lalu.

"Saya juga salah satu unsur pimpinan Golkar. Para pimpinan Golkar asyik dengan dirinya sendiri. Asyik dengan kedudukannya, tapi semakin jauh dengan rakyat. Semua pimpinan Gollkar bertanggung jawab dalam melakukan prediksi di pemilu kemarin," kata Yuddy saat menjadi pembicara pada seminar nasional "Golkar Bangkit" dengan tema "Sejarah, Problematika, Tantangan, dan Solusi" yang diselenggarakan oleh sayap Partai Golkar, SOKSI, di Hotel Sultan, Selasa (18/8).

Yuddy kemudian memberikan warning, bila Partai Golkar tak berubah, jangan harap bisa bersaing dengan partai-partai lain.

"Kita hanya asyik dengan kedudukan. Namun, kita makin jauh dengan apa yang diinginkan rakyat. Di 2010-2014, partai baru sebagai kompetitor Golkar akan lakukan regenerasi. Kalau tak ada terobosan dramatis, maka Golkar akan sama seperti partai-partai baru yang hanya mendapat 10 persen di pemilu kemarin," Yuddy meyakini.

Ia tidak yakin kalau uang menjadi persoalan utama di dalam tubuh Golkar selama ini. Persoalan utama Partai Golkar, kata Yuddy, adalah lunturnya sifat kegotongroyongan.

"Lunturnya nilai-nilai perjuangan. Golkar, bagi saya  adalah partai perjuangan. Partai yang menjunjung tinggi kekaryaan. Tanpa basis dan ideologi yang ditanamkan kembali, maka Golkar tamat.  Siapa pun bisa dipilih menjadi ketua umum. Tapi pertanyaannya, apakah nanti akan dipilih oleh rakyat. Saya berniat maju bukan karena ingin berkuasa, tapi saya ingin menyelamatkan Golkar," tegasnya.

Pengamat politik dari Indo Barometer Mohammad Qodari dalam diskusi itu menyatakan, Golkar harus bisa bersikap realistis.  Berjuang, mencari cara untuk bisa menang pada 2014.

"Saya yakin Golkar bisa bangkit karena memiliki beberapa syarat untuk bisa tampil kembali sebagai pemenang.  Memiliki infrastruktur yang begitu masif, sayang kalau tak dimanfaatkan," kata Qodari.

Menurut dia, musuh utama Golkar ada di dalam dirinya sendiri, membiarkan variabel-variabel eksternal menentukan nasib Golkar.

"Tantangan ke depan Golkar harus mengubah komposisinya. Tujuh puluh (70) persen kendali ditentukan  harus di dalam internal. Tiga puluh (30) persen baru dari luar," sarannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau