Oktober, Massa Bakal Kembali

Kompas.com - 18/08/2009, 17:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Felipe Massa bakal kembali ke duduk di kokpit Ferrari F60 pada bulan Oktober. Pebalap Brasil ini kemungkinan besar sudah bisa membalap lagi di negara asalnya pada 18 Oktober mendatang, ketika GP berlangsung di Interlagos, Brasil.

Optimisme ini melambung menyusul perkembangan kondisi Massa. Sejak mengalami kecelakaan hebat di Q2 GP Hungaria 25 Juli lalu, yang membuat dia harus menjalani operasi tulang tengkorak, keadaannya terus membaik.

Saat ini, Massa sudah berada di rumah setelah keluar dari rumah sakit Albert Einstein di Sao Paulo dua minggu lalu. Diharapkan, dia sesegera mungkin kembali ke F1 dan target yang dicanangkan adalah ketika GP Brasil.

"Saya tidak sabar menunggu untuk membalap lagi. Saya berharap bisa kembali membalap di GP Brasil," ungkap Massa kepada saluran televisi Brasil Globo. "Tetapi bukan saya yang mengatakannya, para dokterlah yang mengatakannya. Saya harus menunjukkan bahwa saya siap untuk membalap lagi."

Meskipun demikian, Massa masih harus menjalani tes medikal yang dilakukan FIA. Daya lihat matanya akan diuji sehingga bisa direkomendasikan untuk mengendarai lagi mobil F1.

"Saya pikir, saya akan mencoba dulu beberapa lap dengan gokar. Setelah itu, saya akan pergi ke FIA untuk melakukan tes dan mendapat izin untuk kembali membalap."

Tentang trauma akibat kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya itu, Massa mengaku tak terpengaruh. Pasalnya, saat kejadian, dia sama sekali tak ingat karena saat sadar dia sudah terbaring di rumah sakit di Hungaria.

"Saya tidak melihat pegas. Banyak orang bertanya kepada saya: 'Pegas datang, apakah kamu tidak melihatnya?' Saya tak melihat ketika benda itu menghantam. Saya tidak melihat apa pun. Pegas itu menghantam kepala saya dan saya tertidur. Mobil menabrak dan kecepatannya tak berkurang. Tampaknya tangan saya bergerak, tetapi sebenarnya saya tertidur.

"Ketika saya sadar di rumah sakit, saya merasa sesuatu sedang bekerja. Saya melihat mataku besar, tetapi saya masih bernapas dan berpikir. Saya bisa menggerakkan kedua tangan, kaki, dan saya bisa menggerakkan semuanya."

Massa juga mengonfirmasi bahwa Rubens Barrichello merasa tidak bersalah atas insiden tersebut. Hal itu dikatakan Barrichello ketika mengunjunginya di rumah pekan lalu.

Kecelakaan tersebut berawal dari pegas yang jatuh dari mobil Barrichello. Massa yang berada di belakang, dan sedang melaju dengan kecepatan sekitar 190 km/jam, tak melihat benda yang menghantam helmnya itu. Dalam sekejap, Massa hilang kendali sehingga mobilnya menabrak pagar pembatas dari ban.

Setelah mendapat perawatan medis di sirkuit, Massa kemudian diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit AEK Budapest. Dia langsung mendapat perawatan intensif, termasuk operasi tulang tengkorak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau