JAKARTA, KOMPAS.com — Felipe Massa bakal kembali ke duduk di kokpit Ferrari F60 pada bulan Oktober. Pebalap Brasil ini kemungkinan besar sudah bisa membalap lagi di negara asalnya pada 18 Oktober mendatang, ketika GP berlangsung di Interlagos, Brasil.
Optimisme ini melambung menyusul perkembangan kondisi Massa. Sejak mengalami kecelakaan hebat di Q2 GP Hungaria 25 Juli lalu, yang membuat dia harus menjalani operasi tulang tengkorak, keadaannya terus membaik.
Saat ini, Massa sudah berada di rumah setelah keluar dari rumah sakit Albert Einstein di Sao Paulo dua minggu lalu. Diharapkan, dia sesegera mungkin kembali ke F1 dan target yang dicanangkan adalah ketika GP Brasil.
"Saya tidak sabar menunggu untuk membalap lagi. Saya berharap bisa kembali membalap di GP Brasil," ungkap Massa kepada saluran televisi Brasil Globo. "Tetapi bukan saya yang mengatakannya, para dokterlah yang mengatakannya. Saya harus menunjukkan bahwa saya siap untuk membalap lagi."
Meskipun demikian, Massa masih harus menjalani tes medikal yang dilakukan FIA. Daya lihat matanya akan diuji sehingga bisa direkomendasikan untuk mengendarai lagi mobil F1.
"Saya pikir, saya akan mencoba dulu beberapa lap dengan gokar. Setelah itu, saya akan pergi ke FIA untuk melakukan tes dan mendapat izin untuk kembali membalap."
Tentang trauma akibat kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya itu, Massa mengaku tak terpengaruh. Pasalnya, saat kejadian, dia sama sekali tak ingat karena saat sadar dia sudah terbaring di rumah sakit di Hungaria.
"Saya tidak melihat pegas. Banyak orang bertanya kepada saya: 'Pegas datang, apakah kamu tidak melihatnya?' Saya tak melihat ketika benda itu menghantam. Saya tidak melihat apa pun. Pegas itu menghantam kepala saya dan saya tertidur. Mobil menabrak dan kecepatannya tak berkurang. Tampaknya tangan saya bergerak, tetapi sebenarnya saya tertidur.
"Ketika saya sadar di rumah sakit, saya merasa sesuatu sedang bekerja. Saya melihat mataku besar, tetapi saya masih bernapas dan berpikir. Saya bisa menggerakkan kedua tangan, kaki, dan saya bisa menggerakkan semuanya."
Massa juga mengonfirmasi bahwa Rubens Barrichello merasa tidak bersalah atas insiden tersebut. Hal itu dikatakan Barrichello ketika mengunjunginya di rumah pekan lalu.
Kecelakaan tersebut berawal dari pegas yang jatuh dari mobil Barrichello. Massa yang berada di belakang, dan sedang melaju dengan kecepatan sekitar 190 km/jam, tak melihat benda yang menghantam helmnya itu. Dalam sekejap, Massa hilang kendali sehingga mobilnya menabrak pagar pembatas dari ban.
Setelah mendapat perawatan medis di sirkuit, Massa kemudian diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit AEK Budapest. Dia langsung mendapat perawatan intensif, termasuk operasi tulang tengkorak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang