Pelantikan Theresia sebagai Anggota DPRD Lembata Minta Dibatalkan

Kompas.com - 18/08/2009, 17:41 WIB

LEWOLEBA, KOMPAS.com - Pelantikan Theresia Abon Manuk sebagai anggota DPRD Kabupaten Lembata periode 2009-2014 diminta dibatalkan, karena pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai pengusung telah memecatnya dari keanggotaan partai.

"Hasil rapat pengurus tanggal 15 Agustus lalu memutuskan Theresia dipecat dari keanggota an partai. Karena akibat perbuatannya telah mencemarkan citra dan nama baik partai, sehingga pelantikan yang bersangkutan sebagai anggota DPRD kami juga meminta kepada KPUD untuk dibatalkan," kata Ketua Dewan Pimpi nan Cabang (DPC) PDI-P Kabupaten Lembata, Pius Namang, Selasa (18/8), yang dihubungi dari Ende, Flores.

Pemecatan Theresia yang juga anak Bupati Lembata Andreas Duli Manuk itu terkait kasus pidana, yakni pembunuhan berencana terhadap Kasubdin Pengawasan Laut dan Pantai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Yohakim Laka Loi Langoday (53).

Theresia telah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang yang lain, yaitu Bambang Trihantara, mitra kerjanya, dan tiga tersangka lain selaku eksekutor, yakni Lambertus Bedi Langoday, yang juga adik kandung korban, Mathias Bala, dan Muhammad Kapitan.

Berkas kelima tersangka semuanya kini telah dilimpahkan ke kejaksaan. Theresia berprofesi sebagai kontraktor, dan juga merupakan salah seorang calon anggota legislatif terpilih dari PDI-P untuk anggota DPRD Kabupaten Lembata periode 2009-2014.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Yohakim ditemukan tewas, mayatnya tergeletak sekitar 400 meter di sebelah timur Bandar Udara Wunopito Lewoleba, tanggal 20 Mei.

Secara terpisah ketika dikonfirmasi juru bicara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lembata Michael Satria Wulan Betekeneng mengatakan, Theresia tetap akan dilantik sebagai anggota DPRD Lembata pada 1 September.

"Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Selama belum ada kekuatan hukum tetap yang menyatakan perbuatan pidana, Theresia tetap akan dilantik, karena ini juga hak yang bersangkutan," ujar Satria. 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau