LEWOLEBA, KOMPAS.com - Pelantikan Theresia Abon Manuk sebagai anggota DPRD Kabupaten Lembata periode 2009-2014 diminta dibatalkan, karena pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai pengusung telah memecatnya dari keanggotaan partai.
"Hasil rapat pengurus tanggal 15 Agustus lalu memutuskan Theresia dipecat dari keanggota an partai. Karena akibat perbuatannya telah mencemarkan citra dan nama baik partai, sehingga pelantikan yang bersangkutan sebagai anggota DPRD kami juga meminta kepada KPUD untuk dibatalkan," kata Ketua Dewan Pimpi nan Cabang (DPC) PDI-P Kabupaten Lembata, Pius Namang, Selasa (18/8), yang dihubungi dari Ende, Flores.
Pemecatan Theresia yang juga anak Bupati Lembata Andreas Duli Manuk itu terkait kasus pidana, yakni pembunuhan berencana terhadap Kasubdin Pengawasan Laut dan Pantai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Yohakim Laka Loi Langoday (53).
Theresia telah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang yang lain, yaitu Bambang Trihantara, mitra kerjanya, dan tiga tersangka lain selaku eksekutor, yakni Lambertus Bedi Langoday, yang juga adik kandung korban, Mathias Bala, dan Muhammad Kapitan.
Berkas kelima tersangka semuanya kini telah dilimpahkan ke kejaksaan. Theresia berprofesi sebagai kontraktor, dan juga merupakan salah seorang calon anggota legislatif terpilih dari PDI-P untuk anggota DPRD Kabupaten Lembata periode 2009-2014.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Yohakim ditemukan tewas, mayatnya tergeletak sekitar 400 meter di sebelah timur Bandar Udara Wunopito Lewoleba, tanggal 20 Mei.
Secara terpisah ketika dikonfirmasi juru bicara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lembata Michael Satria Wulan Betekeneng mengatakan, Theresia tetap akan dilantik sebagai anggota DPRD Lembata pada 1 September.
"Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Selama belum ada kekuatan hukum tetap yang menyatakan perbuatan pidana, Theresia tetap akan dilantik, karena ini juga hak yang bersangkutan," ujar Satria.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang