Kuasa Hukum Antasari Mempertanyakan Dugaan Langgar Kode Etik

Kompas.com - 19/08/2009, 10:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Antasari Azhar, M Assegaf, mempertanyakan dugaan pelanggaran kode etik yang telah dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap kliennya.

Jika dugaan pelanggaran kode etik itu menyangkut pertemuan antara Ketua KPK nonaktif dan buron kasus korupsi Anggoro Widjojo di Singapura beberapa waktu yang lalu, menurutnya, hal itu bukanlah pelanggaran kode etik.

"Pelanggaran kode etik yang mana? Kalau mengenai pertemuannya (Antasari Azhar) dengan Anggoro di Singapura, itu-kan dalam rangka untuk mencari tahu mengenai adanya isu suap yang diterima rekan-rekannya (di KPK)," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/8).

KPK pagi hari ini berencana akan memeriksa Antasari Azhar terkait dugaan pelanggaran kode etik yang diduga telah dilakukannya. Pemeriksaan akan dilakukan di Mapolda Metro Jaya.

Sementara, terkait keterlibatan kliennya dalam kasus pembunuhan Dirut PT Putera Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, ia mengaku yakin kasus tersebut baru akan disidangkan pada 2 hingga 3 bulan mendatang. "Karena sampai hari ini saya dengar berkas masih dilengkapi oleh penyidik dan belum diserahkan ke Kejaksaan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau