JAKARTA, KOMPAS.com - Para pedagang kembang di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jl KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, panen rezeki dari para peziarah yang datang menjelang bulan suci Ramadhan 1430 H.
Berdasarkan pantauan, Rabu (19/8), tampak sejumlah pedagang bunga dadakan menjamur di areal sekitar pemakaman, berharap rezeki dari banyaknya warga yang berziarah ke TPU Karet Bivak.
"Melihat jumlah warga yang melakukan ziarah hari ini memang tidak sebanyak hari libur seperti Minggu (16/8) dan Senin (17/8) kemarin, namun pedagang tetap bisa meraup omzet hingga Rp300 ribu per hari," kata Mustakim (34), salah satu pedagang kembang saat ditemui di TPU Karet Bivak.
Ia mengatakan, meski pengunjung agak sepi, namun rezeki masih tetap ada walau agak berkurang dari hari libur.
Sementara itu, Siti Aminah (35), pedagang bunga musiman asal Rengasdengklok, Karawang, mengaku, jika sedang ramai dirinya bisa memperoleh keuntungan hingga Rp1 juta per harinya. "Kita dagang dari pagi sampai sore, tapi banyak juga pengunjung yang datang sehabis waktu Maghrib," tuturnya.
Hal yang sama juga dikatakan Warsidi (29), pedagang kembang yang berjualan di areal pintu masuk TPU Karet Bivak. Menurutnya, para peziarah akan kembali ramai mengunjungi TPU dua hari atau satu hari menjelang Ramadhan.
"Lebih ramai lagi nanti saat hari Lebaran," tambah Warsidi.
Adapun jenis kembang yang dijajakan antara lain adalah bunga melati, bunga pihong, bunga kenanga, dan potongan daun pandan yang kebayakan didatangkan langsung dari kawasan Rawabelong.
Campuran bunga-bunga tersebut dijual dalam satu plastik kecil seharga Rp3.000. Khusus bunga melati, satu bungkus kecil dijual seharga Rp20 hingga Rp30 ribu. Sedangkan satu botol air mawar dijual Rp5.000 per botol. "Kalau lagi sepi begini dapat Rp300 ribu saja kita sudah syukur," tandasnya.
Sementara itu, Ahmad Sobari (56), salah satu peziarah yang datang dengan ditemani istrinya mengatakan, baru dapat mengunjungi makam orangtuanya di TPU Karet Bivak. "Semoga nanti saat Lebaran bisa datang bersama keluarga besar yang lain," ujar warga Cilandak, Jakarta Selatan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang