JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang terbilang masih tinggi menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintahan presiden terpilih dan wakil presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono kedepan.
Ekonom International Center for Applied Finance and Economic (Inter Cafe) Imam Sugema mengatakan, tingkat pengangguran dan kemiskinan memang cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, penurunan tersebut masih menunjukkan tren yang sangat lambat.
"Pengangguran dan kemiskinan memang turun, tetapi sangat lambat," kata Imam Sugema, di sela-sela diskusi Indonesia Economic Update and Outlook, di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (19/8).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran hingga Maret 2009 masih 8,14 persen atau turun dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 9,20 persen. Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari sebelumnya 15,42 persen menjadi 14,15 persen tahun ini.
Bila dilihat saat masa pascaperalihan pemerintahan dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ke tangan Presiden SBY pada 2004 lalu, tingkat pengangguran sempat naik dari 9,66 persen pada tahun 2004 menjadi sekitar 10,20 persen pada tahun 2005. Untuk tingkat kemiskinan justru mengalami penurunan drastis dari 16,66 persen menjadi 15,97 persen pada tahun 2005.
"Selama lima tahun masa pemerintahan SBY-JK, tingkat pengangguran dan kemiskinan cenderung berfluktuasi," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang