SBY-Boediono Ditantang Turunkan Pengangguran dan Kemiskinan

Kompas.com - 19/08/2009, 18:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang terbilang masih tinggi menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintahan presiden terpilih dan wakil presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono kedepan.

Ekonom International Center for Applied Finance and Economic (Inter Cafe) Imam Sugema mengatakan, tingkat pengangguran dan kemiskinan memang cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, penurunan tersebut masih menunjukkan tren yang sangat lambat.

"Pengangguran dan kemiskinan memang turun, tetapi sangat lambat," kata Imam Sugema, di sela-sela diskusi Indonesia Economic Update and Outlook, di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (19/8).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran hingga Maret 2009 masih 8,14 persen atau turun dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 9,20 persen. Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari sebelumnya 15,42 persen menjadi 14,15 persen tahun ini.

Bila dilihat saat masa pascaperalihan pemerintahan dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ke tangan Presiden SBY pada 2004 lalu, tingkat pengangguran sempat naik dari 9,66 persen pada tahun 2004 menjadi sekitar 10,20 persen pada tahun 2005. Untuk tingkat kemiskinan justru mengalami penurunan drastis dari 16,66 persen menjadi 15,97 persen pada tahun 2005.

"Selama lima tahun masa pemerintahan SBY-JK, tingkat pengangguran dan kemiskinan cenderung berfluktuasi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau