JAKARTA, KOMPAS.com - Kemarin IHSG kembali melorot lebih dari dua persen, mengikuti jebloknya indeks komposit Shanghai di bursa saham China.
Menurut analis riset Panin Sekuritas, sinyal kemungkinan terjadinya bearish di bursa China menjadi sentimen negatif bagi bursa regional Asia kemarin.
"China seperti halnya Indonesia (IHSG) merupakan bursa dengan performance terbaik di Asia. Investor kini diluputi kekhawatiran kenaikan indeks sudah terlampau cepat melebihi proyeksi perekonomian," sebut Purwoko.
Investor asing sendiri, lanjut dia, sejak beberapa waktu lalu sudah mulai mengurangi modal mereka di pasar emerging market. "Kami melihat koreksi yang saat ini terjadi merupakan sesuatu yang wajar mengingat rally indeks terjadi sejak awal Maret," tambahnya.
IHSg kemarin melorot 2,53 persen pada 2.277,752 dengan saham-saham komoditas sebagai penekan utama indeks. "Kami perkirakan hingga akhir pekan ini indeks masih akan bergerak cenderung melemah," ujar Purwoko.
Untuk hari ini, ia memperkirakan kisaran support-resistance berada pada 2.240-2.290. "Di tengah tekanan pasar, investor dapat mulai memperhatikan saham-saham yang bersifat defensive stock seperti UNVR, KLBF, GGRM," sebutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang