JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat tidak mau membayar celana yang dikredit seharga Rp 45.000, Zahrudin (35) dibunuh Jafar Sidik (27) yang terhitung paman sendiri di Kampung Angke Indah RT 03 RW 01, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (18/8) malam.
Perselisihan terjadi di rumah kontrakan, tepatnya di sebuah loteng berukuran 3 x 3 meter di dalam perkampungan padat di tepi rel, tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Angke. ”Zahrudin ditusuk pisau beberapa kali oleh Jafar. Dia luka parah di dada kiri dan kepala. Jafar yang terhitung sebagai paman justru berusia lebih muda dari korban,” kata Yana, seorang tetangga.
Zahrudin dan Jafar tinggal berdekatan di dalam gang sempit di Kampung Angke Indah. Menurut Yana, kedua orang yang terlibat perselisihan sama-sama dilahirkan di kampung itu.
Perselisihan terjadi setelah seorang kerabat Jafar menagih uang cicilan pembelian celana. Zahrudin menolak membayar dan terjadilah cekcok mulut. Zahrudin yang merupakan saudara tiri dari ibu Jafar akhirnya didatangi pelaku.
Keributan berlangsung di tempat kontrakan Zahrudin yang merupakan bangunan papan semipermanen. Akhirnya, pembunuhan pun terjadi tanpa bisa dicegah warga sekitar pada pukul 20.30. Seusai menikam korban, Jafar melarikan diri.
Jafar ditangkap di daerah Parung, Jawa Barat, Rabu sekitar pukul 14.00. Warga yang didatangi polisi bersama-sama mencari pisau yang digunakan Jafar untuk membunuh Zahrudin.
Buruh bongkar
Dalam pantauan, lokasi kontrakan tempat pembunuhan terjadi terlihat kosong. Semasa hidup, Zahrudin yang bekerja sebagai buruh bongkar muat di sekitar Glodok, Jakarta Barat, tinggal bersama keluarga di tempat kontrakan. Jafar juga ikut kerja sebagai kuli angkut di tempat Zahrudin menjadi mandor.
Anak-anak kecil bermain di gang dekat tempat kontrakan Zahrudin. Beberapa bendera kuning dan kotak sumbangan terlihat di dekat rumah kontrakan korban. ”Saya semalam mendengar ribut-ribut. Tahu-tahu terdengar teriakan dan ketika warga datang, terlihat Zahrudin sudah rebah dan berdarah. Dia tewas waktu dibawa ke Rumah Sakit Sumber Waras,” kata Udin.
Menurut Udin, sebelum terjadi pembunuhan, Zahrudin dan Jafar sering berselisih paham. Kini, Udin yang menjadi salah satu saksi pembunuhan itu ikut pergi ke rumah sakit untuk mengurus jenazah Zahrudin hingga Rabu pukul 03.00.
Sepanjang malam hingga siang hari, warga sibuk mengurus jenazah Zahrudin yang akhirnya dimakamkan di daerah Tangerang sekitar pukul 13.00. Sebagian warga yang menjadi tetangga korban ikut mengantarkan jenazah Zahrudin hingga ke peristirahatan terakhir. Di tempat tinggal korban hanya ada beberapa ibu rumah tangga.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang