KENDARI, KOMPAS.com — Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung mempersilakan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar pada Munas Oktober 2009.
"Mas Tommy adalah kader Partai Golkar yang memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum Golkar dengan tetap berpedoman pada persyaratan yang telah ditetapkan oleh organisasi," kata Akbar Tadjung di Kendari, kemarin.
Setiap kader Golkar yang siap berkompetisi dalam bursa pencalonan ketua umum Golkar wajib memerhatikan aturan organisasi, baik itu peraturan dasar, peraturan rumah tangga, maupun peraturan organisasi lainnya karena sebelum pemilihan semua calon akan diverikasi untuk memastikan memenuhi syarat atau tidak.
"Kalau Mas Tommy memenuhi syarat, pastilah memiliki peluang yang sama dengan kandidat lain untuk menjadi ketua umum Golkar lima tahun ke depan," kata Akbar di sela-sela acara persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumi Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi).
Tiga figur yang mengemuka menyambut Munas Golkar adalah Surya Paloh, Aburizal Bakrie, dan Yuddy Chrisnadi. Surya Paloh yang juga Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar jauh sebelumnya sudah membangun komunikasi dengan daerah-daerah dibandingkan Aburizal Bakrie atau yang biasa disapa Bang Ical. Namun, akhir-akhir ini dukungan pengurus Partai Golkar pada tingkat provinsi ataupun kabupaten terhadap Ical cukup tinggi.
"Komunikasi Ical dengan pengurus di daerah-daerah lebih intensif. Saya sendiri beberapa kali ikut serta dalam pertemuan dan menyaksikan dukungan kuat mengalir kepada Ical," katanya. "Kepercayaan kader terhadap Ical untuk meneruskan kepemimpinan Golkar pada masa mendatang makin melejit setelah saya dan Agung Laksono ikut memberi dukungan."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang