Aing dan Udin Sempat Indoktrinasi Pemuda Sekitar

Kompas.com - 20/08/2009, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi, Mohammad Syahrir alias Aing dan Syaifudin Zuhri alias Udin, ternyata sempat melakukan indoktrinasi terhadap pemuda di sekitar tempat tinggal mereka.

"Secara langsung memang tidak. Hanya saja, begitu berbincang soal agama, biasanya dia pelan-pelan menyusupi doktrin-doktrin soal tauhid, mulai dari situ saya enggan lagi mendebatnya," ujar Ai (37), pria yang pernah bertetangga dan berkawan dengan dua DPO itu, Rabu (19/8) malam, kepada Kompas.com.

Memang, Ai mengakui, ada beberapa warga yang sempat ikut Aing dan Udin ke "pengajian khusus" yang hanya melibatkan orang-orang tertentu. Namun, kata dia, tidak semua yang ikut itu terlibat terlalu dalam. Ai menyebutkan, dua tetangganya yang tinggal berbeda gang atau jalan di wilayah itu ada yang ikut menjadi anggota pengajian dan sampai sekarang tidak tahu rimbanya.

Waktu itu, tutur Ai, sekitar tahun 1988 atau 1989, kedua warga yang bernama En dan Iw itu terlihat sangat dekat dengan Aing dan Udin. Kala itu, En dan Iw masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi kejuruan di bilangan Jakarta Timur.

"Pakaian mereka sama, baju koko dan celana ngatung. Kalau pergi ya hanya dengan mereka-mereka saja." ujar Ai.

Selain itu, ujarnya, siapa pun yang bersedia menjadi anggota pengajian biasanya akan diajak oleh Aing dan Udin ke kawasan Cisarua, Puncak, Bogor. Di situlah, kata Ai, Aing dan Udin biasanya "meresmikan" keanggotaan baru jemaahnya.

"Sepulang dari Yaman, Udin mulai suka mengobati orang dengan bekam. Itu dia lakukan sambil menjual madu atau obat-obatan lain yang dibawanya sambil mengobati orang," ujar Ai.

Belakangan, kata Ai, seorang warga bernama My alias Yo juga menjadi anggota pengajian khusus tersebut. Yo inilah yang terakhir masih suka didatangi oleh Udin. Bahkan, kedatangan Udin ke rumah Yo terbilang sangat dekat dengan kejadian peledakan bom di JW Marriott-Ritz Carlton pada 17 Juli 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau