Sumur Warga Mulai Kering

Kompas.com - 20/08/2009, 19:04 WIB

GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Memasuki musim kemarau, sumur-sumur warga di wilayah Kabupaten Gunung Kidul sudah mengering. Penggali sumur air tanah maupun sumur bor mulai kebanjiran permintaan penyuntikan atau penggalian ulang sumur. Tiap penggali sumur bor bisa menggali hingga 50 sumur bor tiap tahunnya.

Penggali sumur air tanah Sumarijan yang berdomisili di Umbulharjo, Kota Yogyakarta mengaku mendapat permintaan perbaikan sumur hingga enam kali pada bulan ini. Sepanjang musim kemarau tahun lalu, Sumarijan mendapat permintaan penggalian hingga 30 sumur.

"Permintaan penggalian ulang sumur-sumur yang mengering tidak hanya berasal dari Kota Yogyakarta, tetapi hingga Kabupaten Gunung Kidul. Turunnya muka air tanah ini merata di semua daerah," kata Sumarijan ketika ditemui sedang memperbaiki sumur milik warga, Kamis (20/8).

Kedalaman sumur di Kota Yogyakarta mencapai 12 meter sedangkan di Gunung Kidul hingga 27 meter. Menurut Sumarijan, permukaan sumur warga sudah turun dari 1 meter hingga 1,5 meter. Tarif perbaikan sumur pun melonjak menjadi hingga Rp 800.000 per sumur.

Sumur air tanah maupun sumur bor juga banyak ditemui di sebagian wilayah dari Kabupaten Gunung Kidul terutama wilayah Ledok Wonosari dan Perbukitan Batur Agung. Penggali sumur bor Daini mengaku tiap tahun selalu memperoleh permintaan penggalian sumur bor hingga 50 lokasi.

Pengeboran sumur bor di Kabupaten Gunung Kidul mencapai kedalaman 30 meter hingga 70 meter. Tiap pengeboran satu meter, Daini memasang tarif Rp 100.000. Pembuatan sebuah sumur bor memakan waktu 3 hari hingga 10 hari. Saat ini saja sudah ada sepuluh orang yang antre untuk pembuatan sumur bor .

Dari tahun ke tahun, menurut Daini, tinggi muka air tanah yang bisa dibor semakin dalam. Pada tahun 1976, misalnya, sumur bisa dibor pada kedalaman kurang dari 10 meter. "Curah hujan berkurang dan banyak pohon yang ditebangi sehingga tak banyak air tanah yang tersimpan," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau