GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Memasuki musim kemarau, sumur-sumur warga di wilayah Kabupaten Gunung Kidul sudah mengering. Penggali sumur air tanah maupun sumur bor mulai kebanjiran permintaan penyuntikan atau penggalian ulang sumur. Tiap penggali sumur bor bisa menggali hingga 50 sumur bor tiap tahunnya.
Penggali sumur air tanah Sumarijan yang berdomisili di Umbulharjo, Kota Yogyakarta mengaku mendapat permintaan perbaikan sumur hingga enam kali pada bulan ini. Sepanjang musim kemarau tahun lalu, Sumarijan mendapat permintaan penggalian hingga 30 sumur.
"Permintaan penggalian ulang sumur-sumur yang mengering tidak hanya berasal dari Kota Yogyakarta, tetapi hingga Kabupaten Gunung Kidul. Turunnya muka air tanah ini merata di semua daerah," kata Sumarijan ketika ditemui sedang memperbaiki sumur milik warga, Kamis (20/8).
Kedalaman sumur di Kota Yogyakarta mencapai 12 meter sedangkan di Gunung Kidul hingga 27 meter. Menurut Sumarijan, permukaan sumur warga sudah turun dari 1 meter hingga 1,5 meter. Tarif perbaikan sumur pun melonjak menjadi hingga Rp 800.000 per sumur.
Sumur air tanah maupun sumur bor juga banyak ditemui di sebagian wilayah dari Kabupaten Gunung Kidul terutama wilayah Ledok Wonosari dan Perbukitan Batur Agung. Penggali sumur bor Daini mengaku tiap tahun selalu memperoleh permintaan penggalian sumur bor hingga 50 lokasi.
Pengeboran sumur bor di Kabupaten Gunung Kidul mencapai kedalaman 30 meter hingga 70 meter. Tiap pengeboran satu meter, Daini memasang tarif Rp 100.000. Pembuatan sebuah sumur bor memakan waktu 3 hari hingga 10 hari. Saat ini saja sudah ada sepuluh orang yang antre untuk pembuatan sumur bor .
Dari tahun ke tahun, menurut Daini, tinggi muka air tanah yang bisa dibor semakin dalam. Pada tahun 1976, misalnya, sumur bisa dibor pada kedalaman kurang dari 10 meter. "Curah hujan berkurang dan banyak pohon yang ditebangi sehingga tak banyak air tanah yang tersimpan," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang