Lippi Pertimbangkan Keinginan Amauri

Kompas.com - 20/08/2009, 21:49 WIB

TURIN, KOMPAS.com - Impian Amauri untuk membela tim nasional Italia bakal menjadi nyata. Pasalnya, pelatih "Gli Azzuri" Marcello Lippi tengah mempertimbangkan keinginan penyerang Juventus itu.

Meski lahir di Brasil, Amauri sudah lama ingin membeli tim Negeri Pizza itu. Ketika masih membela Palermo, ia memang kebelet membela timnas Italia, apalagi Juventus pernah menghalanginya memenuhi panggilan pelatih Brasil, Carlos Dunga, beberapa waktu silam.

Lippi menilai bahwa keinginan striker tersebut patut dihargai. Sudah cukup bagi Amauri menunggu tanpa kepastian soal masa depannya tampil di kancah internasional.

"Untuk Amauri, saya pikir situasinya berbeda karena kita sudah membicarakannya selama setahun. Kami akan melihat lagi apakah saya akan memanggil dia atau tidak," kata Lippi kepada Football Italia.

Untuk mendapat lampu hijau bergabung dengan Italia, Amauri masih harus menyelesaikan proses administrasinya. Pria kelahiran Carapicuiba, Brasil, 29 tahun lalu, sudah lama bekerja dan tinggal di Italia sehingga akan lebih mudah mendapatkan paspor Italia dan bergabung dengan timnas setempat.

Selain Amauri, Thiago Motta juga kepincut bergabung bersama Fabio Cannavaro dkk. Namun, Lippi menutup pintu untuk pemain yang juga berasal dari Brasil itu.

"Menyenangkan bahwa ada pemain seperti Motta yang sangat berhasrat untuk bermain bagi tim kami. Tetapi saya tidak ingin membangun tim dengan pemain seperti dia karena saya pikir itu tidak tepat," tambah Lippi.

Jika Amauri berhasil, ia akan mengikuti jejak rekan setimnya, Mauro German Camoranesi. Pemain kelahiran Argentina itu sudah membela Italia sejak 2003. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau