Mentan: Mahal Untuk di Indonesia, Beras SRI Diekspor

Kompas.com - 20/08/2009, 22:23 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono menyatakan beras organik SRI (system of rice intensification) harganya mahal untuk di pasarkan di Indonesia.

Saat meresmikan ekspor perdana beras organik di Pendopo Bupati Tasikmalaya, Kamis (20/8), Mentan menerangkan tingginya harga beras organik karena produksinya dilakukan dengan cara khusus seperti pengadaan air yang tidak tercemar kandungan bahan kimia.  "Karena di produksi dengan cara khusus maka harganya tinggi daripada harga beras biasa," katanya.

Menteri mengatakan, beras organik bisa saja dipasarkan di dalam negeri jika konsumen bersedia membayar dengan harga tinggi.

Menurut Mentan, kisaran harga beras organik jika dijual di dalam negeri belum ditentukan, namun untuk ekspor dijual dengan harga Rp 8.000 per kg. "Kita hanya mengarahkan pertanian organik untuk ekspor," katanya.
      
Dijelaskannya keunggulan beras organik karena menggunakan sistem SRI yang sangat hemat dan terbukti dapat meningkatkan produktivitas.

Selain itu beras organik baik terhadap lingkungan dan kesehatan konsumen pengguna, sehingga mendapatkan tiga tiga standar sertifikasi dunia seperti standar Amerika (NOC), standar Eropa (EC), dan standar Jepang (SJ).

Memiliki standar sertifkasi itu maka Indonesia mampu mengekspor beras organik sebanyak 18 ton yang baru pertama kali dilakukan sepanjang sejarah Indonesia. "Maka mejadi kebanggan bagi petani, pemerintah Tasikmalaya, termasuk bangsa Indonesia," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau