BPHI Mekkah Siap Rawat Pasien Flu Babi

Kompas.com - 22/08/2009, 12:27 WIB

MEKKAH, KOMPAS.com — Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekkah, Arab Saudi, mempersiapkan diri untuk merawat pasien flu babi (A-H1N1) pada musim haji.

"Kami sudah siapkan kalau kemungkinan merawat pasien flu babi (A-H1N1)," kata Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan dr Farid Hussein kepada wartawan di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (22/8).

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau kesiapan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mekkah dalam menerima pasien dari anggota jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang. Kedatangan Wapres Jusuf Kalla ke BPHI Mekkah tersebut didampingi beberapa anggota DPR antara lain Ali Mochtar Ngabalin, Ferry Mursidan Baldan, serta Hajriyanto Thohari.

Lebih lanjut Farid menjelaskan, kesiapan merawat pasien flu babi dilakukan dengan menyiapkan ruang isolasi serta tenaga medisnya. Menurut Farid, BPHI Mekkah yang menempati gedung baru ini setara dengan rumah sakit tipe C di Indonesia.

Farid menjelaskan, BPHI ini telah dilengkapi dengan peralatan medis modern. Gedung yang berada di Jl Khalidia 3 ini memiliki 180 tempat tidur dan akan dikelola 33 dokter dan tenaga medis lainnya. Menurut dr Farid, BPHI kali ini menempati gedung baru setelah tempat sebelumnya habis masa sewanya. "Ini gedung baru dan baru kita sewa tahun ini," kata dr Farid.

Gedung dengan sembilan lantai tersebut disewa selama lima tahun dengan harga sewa seharga Rp 12 miliar per tahun. Farid menjelaskan gedung BPHI ini memiliki luas 6.200 meter persegi dengan fasilitas parkir di bawah tanah. Setiap kamar terdiri atas dua tempat tidur dengan fasilitas alat pendingin ruangan dan televisi serta kamar mandi di dalam setiap kamar.

Farid mengatakan, gedung BPHI ini sebenarnya gedung yang dipersiapkan untuk hotel. "Kita harapkan gedung ini sunyi dari pasien jemaah haji kita," kata Farid.

Data Depag menyebutkan, pada musim haji 2006 terdapat 664 jemaah haji Indonesia yang meninggal. Pada tahun 2007 terdapat 462 jemaah meninggal. Dan tahun 2008, terdapat 446 jemaah haji yang meninggal.

Wapres Jusuf Kalla mengaku senang BPHI  lebih baik dari sebelumnya. Kunjungan ke BPHI Mekkah ini merupakan salah satu rangkaian dari kunjungan Wapres selama enam hari ke Mekkah dan Madinah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau