PLTU Labuan Gerakkan Roda Ekonomi

Kompas.com - 22/08/2009, 17:31 WIB

BANTEN, KOMPAS.com - Pembangunan pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Banten Labuan mampu menggerakkan roda ekonomi di sekitar Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat.

Menurut Manajer Proyek PTWijaya Karya (WIKA) Eko Susilo Prayitno, pembangunan proyek ini mampu menyerap tenaga kerja sekitar 6.000 tenaga kerja. "Tenaga kerja di luar manajemen saja ada sekitar 6.000-an. Itu multiplier effect," kata Eko, di PLTU 2 Banten Labuan, Banten, Sabtu (22/8).

Sebelum pembangunan proyek berlangsung, wilayah sekitar terbilang sepi. Biasanya, tutur Eko, perbankan, pusat perbelanjaan, ataupun tempat hunian sulit ditemukan di wilayah ini. Bahkan, menjelang petang pada pukul 18.00, wilayah ini sudah mulai gelap dan jarang ada orang yang keluar rumah. "Sekarang ada tukang nasi, kos-kosan, juga bank hidup. Sebelumnya sepi," cetusnya.

Rampungnya pembangunan PLTU ini ke depan, diperkirakan juga akan membuka daerah ini serta menghidupkan potensi wisata. Sebab, PLTU ini terletak di tepi pantai Labuan dan dapat menjadi objek wisata di samping wisata pantai Banten lainnya seperti, pantai Carita ataupun pantai Anyer.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau