JAKARTA, KOMPAS.com - Keadaan seperti itu lebih memprihatinkan lagi di dua koridor yang belum dioperasikan, yakni Koridor IX (Pinangranti- Pluit) dan Koridor X (Cililitan- Tanjung Priok). Pemisah jalur bus transjakarta semuanya terbuat dari bahan cor semen dan pasir. Pada umumnya, pemisah jalur itu rusak, bahkan hilang dari tempatnya. Di Koridor VIII (Lebakbulus-Harmoni), misalnya, kondisi tersebut terlihat di ruas antara Pondok Indah Mall, Permata Hijau, dan Pos Pengumben di Jalan Panjang, Kelapa Dua, Kebon Jeruk. Di sepanjang ruas jalan tersebut, terutama antara Pondok Indah Mall dan Permata Hijau yang berjarak sekitar 3 kilometer, tinggal besi pengikat pemisah jalur yang masih terlihat di bekas dudukan pemisah jalur. Sekalipun demikian, di beberapa tempat lain di ruas yang sama, besi pengikatnya juga sudah dicongkel atau hilang. Kondisi yang lebih buruk terlihat di Koridor IX dan X. Di Koridor IX, misalnya, terlihat di sekitar kawasan Slipi. Di Koridor X tampak antara Cempaka Putih dan Tanjung Priok, yang berjarak sekitar 3 kilometer. Sebagian besar pemisah jalur dan besi pengikatnya, terutama di lajur kantor Wali Kota Jakarta Utara-Sunter, raib tidak berbekas lagi. Padahal, untuk membangun infrastruktur Koridor VII, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menghabiskan dana sekitar Rp 103,5 miliar. Adapun untuk Koridor IX dana yang telah dikeluarkan sekitar Rp 135,7 miliar dan Koridor X sekitar Rp 102,7 miliar. Jika semua rusak dan hilang dicuri, transjakarta akan semakin merana tanpa infrastruktur yang memadai. Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Petugas terpaksa mencongkelnya karena banyak pengaduan dari pelintas terkait dengan keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Kalau besi-besi pengikat dibiarkan meranggas setelah pemisah jalurnya hilang, hal itu akan merobek roda kendaraan dan bisa membahayakan keselamatan pengendara. Dia juga mengatakan soal pemisah jalur yang rusak. Karena banyak yang dilindas kendaraan berat, pemisah jalur hasil cor- coran semen dan pasir itu menjadi cepat rusak. Oleh karena itu, saat ini sedang dilakukan evaluasi. Kemungkinan seluruh pemisah jalur akan diusahakan dibuat lebih tinggi lagi dan tidak terbuat dari cor-coran semen, tetapi dari karet.