Pabrik Kebakaran, Saham Kedaung Indah Disuspensi

Kompas.com - 24/08/2009, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI), terhitung sejak sesi pertama perdagangan hari Senin (24/8). Suspensi ini dilakukan karena pabrik KICI terbakar.

"Bursa memutuskan untuk menghentikan sementara Perdagangan efek KICI di seluruh pasar, terhitung sejak 24 Agustus 2009 hingga pengumuman lebih lanjut," kata Arif M. Prawirawinata, Ph. Kepala Divisi Pencatatan Sektor Riil BEI dalam pengumumannya hari ini.

KICI merupakan produsen berbagai macam alat rumah tangga yang bermarkas di Surabaya. Perusahaan ini berdiri pada 1992 dan memproduksi berbagai alat rumah tangga seperti panci dan kompor.

Otoritas bursa masih meminta penjelasan lebih lanjut kepada manajemen KICI atas kejadian tersebut. BEI juga meminta kepada pihak-pihak berkepentingan agar selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan KICI.

Dalam penjelasannya ke BEI, Sekretaris Perusahaan KICI, Ing Hidayat K. mengakui kebakaran melanda bagian gudang pabrik KICI, yang terjadi hari ini (24/8). Menurut Ing Hidayat, secara tidak langsung musibah itu mempengaruhi produksi perusahaan lantaran aliran listrik maupun fasilitas komunikasi di sekitar pabrik terhenti. (Sandy Baskoro/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau