Caleg Terpilih Demokrat Freddy Numberi Mengundurkan Diri

Kompas.com - 24/08/2009, 16:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Caleg Partai Demokrat dari daerah pemilihan Papua, Freddy Numberi, mengundurkan diri sebagai caleg terpilih DPR RI. Pengunduran diri Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Indonesia Bersatu ini menjadi salah satu materi rapat pleno komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung KPU, Senin (24/8).

Anggota KPU Andi Nurpati mengatakan, surat pengunduran Freddy sebagai caleg terpilih diterima KPU pada tanggal 21 Agustus lalu. KPU tetap akan melakukan kroscek berkas menyusul pengunduran diri ini, termasuk kelengkapan surat dari partai. "Demokrat sudah ajukan calon, tapi belum boleh kami publikasikan," tutur Andi.

Sesuai ketentuan, Andi mengatakan, pengganti Freddy yang diajukan oleh Demokrat harus tercantum dalam daftar caleg terpilih (DCT) dan berasal dari daerah pemilihan yang sama dengan Freddy.

Namun, ditegaskan, KPU tidak akan serta-merta menerimanya. KPU tetap akan melakukan verifikasi berkas dari calon yang baru. Selain Freddy, penggantian calon juga harus dilakukan oleh PDI-P atas caleg terpilih Sutradara Ginting dari dapil Banten II. Sutradara meninggal sebelum pileg berlangsung, tetapi tetap mendulang kemenangan di dapilnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau