BBM Langka, Kepala Suku Turun Tangan

Kompas.com - 24/08/2009, 19:09 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com — Empat orang perwakilan masyarakat Pulau Enggano dipimpin Koordinator Kepala Suku, Rafli Zen Kaitora, Senin (24/8), mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu untuk meminta sarana transportasi pengangkut BBM ke pulau itu.
   
"Sudah dua bulan BBM langka di Enggano, dampaknya sangat parah, penerangan saat tarawih tidak ada, anak-anak tidak bisa ke sekolah," kata Rafli di hadapan Kadis Perhubungan Provinsi Bengkulu, Ali Berti.
   
Untuk penerangan tarawih, kata Rafli, masyarakat terpaksa membakar ban di depan masjid sehingga cahayanya masuk ke dalam masjid, sedangkan anak sekolah khususnya SMU terpaksa meliburkan diri karena tidak ada BBM untuk kendaraan roda dua. "Jarak tempuh SMU dengan desa-desa lumayan jauh, BBM kosong membuat mereka terpaksa libur," katanya.
   
Masyarakat berharap Dishub menambah jadwal pelayaran kapal perintis untuk mengangkut BBM ke salah satu pulau terluar Indonesia yang berjarak 90 mil dari Kota Bengkulu itu.
   
Selama ini angkutan BBM ke Pulau Enggano menggunakan kapal milik Feri Raja Enggano. Kapal inilah yang memasok kebutuhan BBM sekitar 2.500 jiwa warga Pulau Enggano. Kebutuhan BBM untuk masyarakat Pulau Enggano sebanyak 15.000 liter per bulan dengan rincian 5.000 liter bensin, 5.000 liter solar, dan 5.000 liter minyak tanah.
   
Kapal milik ASDP ini mengikat kontrak dengan Koperasi Serba Usaha untuk menyalurkan BBM ke Pulau Enggano. Namun, sejak 17 Agustus lalu kapal ini menjalani perawatan rutin (docking) di Jakarta sehingga pasokan BBM terhambat.
   
"Pasokan BBM terakhir ke Enggano tanggal 28 Juni lalu, dan saat ini sudah langka," katanya.
   
Menanggapi keluhan masyarakat Enggano ini, Kadis Perhubungan Ali Berti mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak syahbandar untuk menambah jadwal pelayaran kapal perintis ke Pulau Enggano.
   
"Akan kami usahakan untuk menambah jadwal dari biasanya sepuluh hari sekali, untuk mengangkut BBM akan ditambah jadwalnya menjadi dua kali," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau