JAKARTA, KOMPAS.com — Menghadapi arus mudik Lebaran yang semakin dekat, pemerintah menargetkan perbaikan jalan yang akan dilalui pemudik akan selesai pada H-10. Dengan demikian, pada hari H ruas-ruas tersebut telah siap digunakan.
"Diidentifikasikan beberapa ruas jalan yang rawan mengalami kemacetan, longsor, dan banjir nanti semuanya sudah diantispasi," ujar Menteri Keuangan, seusai Rakor di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/8).
Menkeu menuturkan, pada H-14 Kapolri akan meninjau secara langsung persiapan pada jalur-jalur yang akan dilewati pemudik. "Termasuk traffic management," kata Menkeu.
Selanjutnya, Menkeu menjelaskan, persiapan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor.
"Akan ada dua juta lebih pemudik yang menggunakan motor, sehingga diperlukan persiapan," kata dia.
Tahun lalu jumlah pemudik berjumlah 2 juta, dan diperkirakan jumlah tersebut akan mengalami kenaikan sebesar 20 persen.
Persiapan tersebut, kata dia, adalah persiapan keamanan lalu lintas dari kepolisian. Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan pom bensin.
Untuk menghindari kecelakaan, juga akan dilakukan pengawalan bagi rombongan sepeda motor.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, di tempat yang sama, mengatakan, pemudik dengan kendaraan bermotor akan dikelompokkan sesuai kota tujuan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah pengamanan bagi mereka. "Nantinya pemudik bermotor akan dikelompokkan," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang