Fantastis! Sampah di 14 Sungai di Jakarta

Kompas.com - 25/08/2009, 10:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM — Volume sampah yang terbawa oleh aliran sungai atau kali di DKI Jakarta cukup mencengangkan. Dalam lima tahun terakhir, sedikitnya 76,385 m3 sampah diangkut dari mesin penyaring sampah otomatis yang ada di 14 sungai atau kali di Jakarta.

Koordinator Operator Saringan Sampah dari PT Asiana Technologies Lestary Dohar Marbun di Jakarta, Senin (24/8), mengatakan, beberapa aliran sungai di Jakarta membawa sampah dalam volume fantastis, di antaranya Kali Perintis di Jakarta Timur yang setiap bulannya rata-rata membawa 950 m3 sampah, Kali Cideng (3.098 m3/bulan) , dan Kali Palmerah (2,098 m3/bulan).

"Pemasangan mesin otomatis pengangkut sampah di lokasi baru tetap dibutuhkan agar tidak terjadi sedimentasi di sungai-sungai di Jakarta," kata Dohar

Dohar mengungkapkan, PT Asiana Technologies memberikan jaminan pemeliharaan dan operasional mesin penyaring sampah otomatis buatannya yang telah dipasang di 14 sungai atau kali di Jakarta.

Dohar mengatakan, selama saringan sampah otomatis ME-H masih dalam jaminan, PT Asiana Technlogies Lestary bertanggung jawab membiayai operasional, bahan bakar solar, tenaga kerja, hingga service maintenance.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto mengatakan, kelestarian sungai di Jakarta perlu dijaga, terutama dari polusi sampah. (Warta Kota/ito)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau