JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat menyambut baik protes yang akan dilayangkan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata atas diklaimnya tari pendet dalam iklan pariwisata Malaysia. Ketua DPR Agung Laksono mengatakan, protes tersebut harus terus dilakukan. Menurutnya, protes juga harus ditingkatkan pada level yang lebih tinggi.
"Protes ini perlu diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi, di kepala negara. Seharusnya ada komunikasi dua pihak sehingga kalau ada pihak yang ingin menggunakan iklan dan slogan tidak menimbulkan kemarahan atau ketersinggungan," kata Agung, Selasa (25/8) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Persoalan klaim berulang oleh Malaysia kali ini harus disikapi secara lebih tegas agar tak terulang pada masa mendatang. Menurut Agung, harus ada komitmen antara Malaysia dan Indonesia untuk saling menjaga dan tidak menyinggung satu sama lain. "Apalagi sesama pendiri ASEAN," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.
Pemerintah Malaysia juga diminta memberikan penjelasan mengenai digunakannya tari pendet dalam iklan komersialnya. "Sebaiknya dihentikan dan dicabut. Harus ada komitmen, ke depan tidak menayangkan hal-hal itu lagi," kata Agung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang