Usai Cek Kesehatan, Antasari dkk Diberangkatkan Terpisah

Kompas.com - 25/08/2009, 11:24 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Keempat tersangka yang terlibat dalam pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, yakni Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar, pengusaha Jerry Hermawan Lo, pengusaha Sigid Haryo Wibisono, dan Kombes Wiliardi Wizar, masing-masing diberangkatkan secara terpisah menuju ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/8).

Antasari dan Jery Hermawan Lo diberangkatkan berbarengan dari ruang tahanan narkoba Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.40 dengan menggunakan mobil kijang Inova dengan plat nomor B 185 VA lengkap dengan pengawalan polisi.

Sementara Sigid Haryo Wibisono diberangkatkan dari ruang tahanan kriminal umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 WIB. Selang tak berapa lama menyusul Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Mochamad Iriawan yang akan memimpin penyerahan keempat tersangka ke Kejari Jakarta Selatan. Sementara itu Wiliardi Wizard yang berada di tahanan Mabes Polri diberangkatkan secara tersendiri.

Sebelumnya, keempat tersangka tersebut terlebih dulu mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari tim dokter Mabes Polri. Antasari dan Jerry Hermawan diperiksa kesehatannya di ruang tahanan narkoba Polda Metro Jaya, sedangkan Sigid Haryo Wibisono diperiksa di tahanan kriminal umum Polda Metro Jaya. Sementara Wiliardi mendapat pemeriksaan kesehatan di Mabes Polri.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Mochamad Iriawan, pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai prosedur umum yang biasa dilakukan dalam penyerahan tersangka. "Kondisi keempatnya baik. Semua dalam kondisi fit," kata Iriawan.

Tim pengacara Antasari juga nampak hadir dalam pemberangkatan tersebut. Antara lain Juniver Girsang, Hotma Sitompul, dan M. Assegaf. Dalam keterangan persnya, Juniver mengatakan bahwa penyerahan berkas-berkas dan tersangka ke Kejari terlalu terburu-buru dan terkesan dipaksakan. "Kami belum tahu bukti-bukti dari pihak penyidik ke pihak Kejaksaan. Ini kami mau ikuti ke Kejaksaan," ujar Juniver.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau