Temanggung, Kompas - Sebanyak 45 warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meninggal akibat penyakit yang menyerang kekebalan tubuh, yaitu acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Angka tersebut merupakan jumlah kumulatif pengidap yang meninggal sejak kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Kabupaten Temanggung pada tahun 1997.
Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Edi Rakhmatto mengatakan, kebanyakan dari mereka hanya dapat bertahan hidup selama satu tahun. ”Sebab, ketika pertama kali memeriksakan diri kebanyakan dari mereka sudah langsung terdeteksi menderita AIDS dan bukan sekadar terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus/virus penyebab AIDS) positif,” ujar Edi, Senin (24/8).
Sebagian besar dari 45 orang itu menjalani perawatan intensif dan rutin dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Mereka yang baru terdeteksi HIV positif, dan akhirnya menjalani perawatan medis intensif, biasanya bisa bertahan hidup tiga hingga lima tahun.
Hingga sekarang, menurut Edi, ARV belum tersedia di Kabupaten Temanggung. Namun, pengidap biasa mendapat suplai obat itu dari bantuan kelompok sebaya, kelompok pendamping pengidap HIV/AIDS.
Dua balita
Dari 45 orang itu, dua di antaranya adalah anak berusia di bawah lima tahun (balita). Sebanyak 43 pengidap lain adalah warga dewasa dalam kelompok usia produktif 20-30 tahun.
Terhitung sejak tahun 1997 hingga sekarang, total jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung terdata 93 kasus. Dari angka itu, jumlah pengidap HIV/AIDS baru yang terdata tahun ini mencapai 21 orang.
Saat ini jumlah pengidap usia balita yang masih hidup terdata tiga orang dan termuda berusia 11 bulan. Ketiganya terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya sejak masih dalam kandungan.
Saat ini Kabupaten Temanggung menjadi daerah dengan jumlah pengidap HIV/AIDS kedelapan terbanyak di Jawa Tengah. Sumber penularan dari penyakit ini adalah pemakaian narkoba suntik dan hubungan seks berganti-ganti pasangan.
Petugas Teknis Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung Sri Sukesi mengatakan, khusus pada tahun ini pihaknya belum menemukan kantong darah yang terinfeksi HIV/AIDS.
”Sejak Januari hingga Agustus kami hanya menemukan kantong darah yang terinfeksi hepatitis B saja,” ujarnya, dengan jumlah lima atau enam kantong darah per bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang