45 Warga Temanggung Meninggal Akibat AIDS

Kompas.com - 25/08/2009, 11:42 WIB

Temanggung, Kompas - Sebanyak 45 warga Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meninggal akibat penyakit yang menyerang kekebalan tubuh, yaitu acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Angka tersebut merupakan jumlah kumulatif pengidap yang meninggal sejak kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Kabupaten Temanggung pada tahun 1997.

Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Edi Rakhmatto mengatakan, kebanyakan dari mereka hanya dapat bertahan hidup selama satu tahun. ”Sebab, ketika pertama kali memeriksakan diri kebanyakan dari mereka sudah langsung terdeteksi menderita AIDS dan bukan sekadar terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus/virus penyebab AIDS) positif,” ujar Edi, Senin (24/8).

Sebagian besar dari 45 orang itu menjalani perawatan intensif dan rutin dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Mereka yang baru terdeteksi HIV positif, dan akhirnya menjalani perawatan medis intensif, biasanya bisa bertahan hidup tiga hingga lima tahun.

Hingga sekarang, menurut Edi, ARV belum tersedia di Kabupaten Temanggung. Namun, pengidap biasa mendapat suplai obat itu dari bantuan kelompok sebaya, kelompok pendamping pengidap HIV/AIDS.

Dua balita

Dari 45 orang itu, dua di antaranya adalah anak berusia di bawah lima tahun (balita). Sebanyak 43 pengidap lain adalah warga dewasa dalam kelompok usia produktif 20-30 tahun.

Terhitung sejak tahun 1997 hingga sekarang, total jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung terdata 93 kasus. Dari angka itu, jumlah pengidap HIV/AIDS baru yang terdata tahun ini mencapai 21 orang.

Saat ini jumlah pengidap usia balita yang masih hidup terdata tiga orang dan termuda berusia 11 bulan. Ketiganya terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya sejak masih dalam kandungan.

Saat ini Kabupaten Temanggung menjadi daerah dengan jumlah pengidap HIV/AIDS kedelapan terbanyak di Jawa Tengah. Sumber penularan dari penyakit ini adalah pemakaian narkoba suntik dan hubungan seks berganti-ganti pasangan.

Petugas Teknis Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung Sri Sukesi mengatakan, khusus pada tahun ini pihaknya belum menemukan kantong darah yang terinfeksi HIV/AIDS.

”Sejak Januari hingga Agustus kami hanya menemukan kantong darah yang terinfeksi hepatitis B saja,” ujarnya, dengan jumlah lima atau enam kantong darah per bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau