Honda Mobil Raih CSI Tertinggi di Indonesia pada 2009

Kompas.com - 25/08/2009, 13:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Honda mobil memperoleh customer satisfaction index (CSI) tertinggi dari J.D. Power untuk kategori mobil tahun ini, di Indonesia. 

Tahun lalu, CSI untuk mobil di Indonesia diraih oleh Toyota. Kini, produsen nomor satu dunia dan juga di Indonesia ini tergeser ke posisi kedua. Pada posisi ke-3 tetap diduduki oleh Isuzu.

Menurut J.D. Power Asia Pacific di Singapura, penelitian mereka tentang CSI pada 2009 mengalami perubahan atau didesain ulang. Kepuasan pemilik kendaraan diukur berdasarkan proses layanan purnajual melalui kinerja dealer.

Lima faktor. Lima faktor yang dijadikan penilaian adalah kualitas (quality service), penjemputan kendaraan (vehicle pickup), inisiasi (service initiation), fasilitas (service facility), dan advisor (service advisor).  

Untuk merayakan keberhasilkan meraih nilai tertinggi CSI, J.D. Power untuk kendaraan di Indonesia pada 2009, PT Honda Prospect Motor akan memberikan keterangan persnya kepada wartawan, 27 Agustus 2009.

Kepuasan pelanggan versi J.D. Power diukur berdasarkan indeks nilai dengan skala 1.000.

Dari 9 merek yang disurvei, Honda meraih poin tertinggi, 751. Kendati demikian, poin itu lebih rendah dibandingkan tahun lalu, 756 (lihat grafik).

Menurut lembaga tersebut, Honda menonjol pada empat faktor, yaitu penjemputan kendaraan, inisiasi, fasilitas, dan advisor. Toyota hanya terpaut dua poin, 749, unggul dalam kualitas servis. Dibandingkan tahun lalu, CSI Toyota mengalami penurunan 17 poin.  

Tahun lalu, Honda berada pada posisi ke-4, di bawah nilai rata-rata. Penurunan cukup besar dialami oleh Ford, kini berada pada posisi ke-6. Poinnya turun dari 763 menjadi 741.

Sementara itu, Isuzu, yang hanya mengandalkan Panther dan D-Max untuk kendaraan penumpang, meraih nilai 747.

Puas & kecewa. Berdasarkan studi lebih lanjut, penelitian kepuasan pelanggan  menguntungkan dealer dan merek. Di antara pelanggan yang sangat puas dengan  pengalaman sevis pada dealer (nilai kepuasan rata-rata di atas 785), 65 persen mengatakan bahwa mereka “secara definitif” akan kembali ke dealer setelah layanan garansi habis. Sebaliknya, 41 persen dari pelanggan sangat kecewa (nilai kepuasan rata-rata di bawah 713). 

Penelitian J.D. Power menunjukkan, 45 persen dari pelanggan yang disurvei pada 2009, setelah diservis, mobil mereka dikembalikan dengan kondisi lebih bersih dibandingkan sebelum masuk ke bengkel. Naik dari 35 persen pada 2008. Kepuasan rata-rata 754 pelanggan.

Pelanggan yang menilai cukup puas dengan kebersihan mobil saat masuk dan keluar bengkel sama, 739. Adapun yang kurang puas, hal itu terjadi karena mobil mereka makin kotor ketika dikembalikan, mencapai 720 pelanggan.  

“Kotoran dan debu masih tertinggal di kendaraan saat diserahkan kepada pelanggan. Ini memberikan kesan negatif terhadap kualitas layanan dan cara kerja dealer,” kata Rajeev Nair, Country Manager J.D. Power Asia Pacific, Singapura.  

Memastikan bahwa kendaraan dicuci dan divakum sebelum dikembalikan ke pelanggan akan membantu meningkatkan kepuasan layanan dealer. Ini juga akan membuat citra dealer berbeda dengan kompetitornya,” tambah Rajeev.

Juga dijelaskan, 97 persen pemilik mobil di Indonesia mengatakan, kendaraannya diservis pada hari yang sama saat dibawa ke bengkel. Sekitar 71 persen dari mereka hanya membutuhkan waktu servis 2 jam. Di antara pelanggan yang membutuhkan waktu lebih dari dua jam, tingkat kepuasannya di bawah rata-rata.  

Perawatan rutin. “Mayoritas pemilik kendaraan di Indonesia mengunjungi bengkel resmi untuk perawatan rutin. Layanan servis cepat tidak hanya membantu dealer untuk memperoleh kesan baik dari pelanggannya, tetapi juga meningkatkan jumlah kendaraan yang bisa diservis,” beber Rajeev.

Juga ditemukan, 67 persen pelanggan di Indonesia menerima perkiraan detail biaya servis sebelum mobil dikerjakan. Bengkel dealer juga menjelaskan biaya servis tambahan setelah mobil selesai diservis.

Studi ini dilakukan J.D. Power terhadap 2.673 pemilik yang membeli kendaraan antara Februari 2007 dan Mei 2008. Mereka masih membawa kendaraan untuk diservis di bengkel resmi antara Agustus 2008 dan Mei 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau