Pengacara Antasari: Banyak Barang Bukti Tak Dikenali

Kompas.com - 25/08/2009, 13:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — M Assegaf, salah seorang pengacara tersangka Antasari Azhar, mengatakan, dari barang bukti yang diserahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Selasa (25/8), terdapat beberapa di antaranya yang tidak dikenali oleh kliennya.

"Banyak barang yang tidak dikenali Antasari," ujarnya kepada wartawan disela-sela acara penyerahan barang bukti dan para tersangka pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran Nasarudin Zulkarnaen di Kejari Jaksel, Selasa.

Assegaf menjelaskan, barang bukti yang tidak dikenali kliennya adalah alat perekam, harddisk yang menurut penyidik berasal dari komputer Antasari di Kantor KPK, dan dokumen-dokumen yang berada di dalam amplop. "Ada yang disita dari Antasari, ada yang tidak. Kami tidak tahu apa benar harddisk diambil dari kantor Antasari. Dokumen juga kami tidak baca," tuturnya.

Ajukan pemindahan tahanan

Dalam kesempatan sama, Assegaf menyayangkan keputusan Kejaksaan yang menetapkan penahanan Antasari dkk dititipkan di Polda Metro Jaya setelah acara penyerahan barang bukti dan para tersangka di Kejari Jaksel.

Menurut dia, setelah penyerahan di Kejari Jaksel semua tanggung jawab kasus tersebut beralih ke Kejaksaan, termasuk masalah penahanan. "Seyogyanya beralih menjadi tahanan Kejaksaan," katanya.

Untuk itu, tim pengacara akan melayangkan surat ke Kejaksaan agar penahanan Antasari dipindahkan ke Kejagung. "Kami akan layangkan surat hari ini," kata dia.

Tim pengacara, ungkapnya, berharap agar proses penyusunan surat dakwaan di Kejaksaan tidak berjalan lama seperti pada proses penyidikan di Polda. "Kami berharap secepatnya sampai pengadilan," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau