SEMARANG, KOMPAS.com- Menyusul harga gula pasir yang mendekati Rp 9.700 per kilogram di pasaran Jawa Tengah, petani gula berencana melepas penjualan gula stoknyaa ke pasaran. Penjualan gula milik petani yang kini tersimpan di guidang-gudang pabrik gula diharapkan bisa mendorong harga gula di pasaran kembali stabil.
"Stok gula milik petani yang masih tersimpan sebesar 33.000 ton. Gula itu produksi delapan pabrik gula di Jateng. Saat ini masih dua pabrik gula yang produksi, yakni PG Trangkil dan PG Pakis Baru, keduanya pabrik itu di Kabupaten Pati," kata Ketua DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Tengah, AR Fatchuddin, Selasa (25/8), ketika dihubungi tengah rakor soal gula di PG Pangkah, Tegal.
AR Fatchuddin mengemukakan, harga gula normalnya berkisar Rp 5.600/kg hingga Rp 6.600 per kilogram. Namun akibat pembelian yang emosi di masyarakat, terjadilah kenaikan harga gula cukup tinggi. Hal itu terjadi karena masyarakat mulai membeli gula pasir dalam jumlah banyak, sebagai persediaan menjelang Hari Raya Idhul Fitri 2009.
Permintaan gula pasir di pasaran yang meningkat, bukan satu-satunya faktor pendorong kenaikan harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional. Pasalnya, ada kemungkinan permintaan gula di luar Jawa juga meningkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang