Sikat Gigi Saat Puasa, Boleh Enggak Sih?

Kompas.com - 25/08/2009, 21:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berpuasa sepanjang hari, tak hanya menghadirkan lapar dan dahaga. Bau mulut, juga menjadi persoalannya. Jika di hari non puasa kita bisa menyikat gigi di tengah hari, bagaimana di saat puasa? Bolehkah menyikat gigi untuk mengatasi baunya?

Ustad H. Ahmad Zacky, yang biasa disapa Bang Zack, mengutarakan, boleh tidaknya menyikat gigi atau berkumur saat berpuasa masih terjadi keragaman pendapat. Ada yang mengatakan boleh, ada pula yang berpendapat tidak boleh.

"Tetapi, sebagian besar ulama mengatakan hukumnya makruh karena bisa mengurangi pahala puasa. Sebab, jika menyikat gigi bisa saja tanpa sengaja ada yang mengalir ke tenggorokan," ujar Bang Zack, dalam acara buka bersama Pepsodent Herbal, Selasa (25/8), di Crown Hotel, Jakarta.

Bang Zack kemudian menceritakan sebuah kisah di masa Rasulullah Muhammad SAW. Kala itu, ada seorang hakim yang bertanya pada Rasul, apakah dia diperbolehkan berkumur di siang hari saat Ramadhan. Alasan sang hakim, ia seorang pelayan publik dan berhadapan langsung dengan masyarakat umum.

Menjawab pertanyaan ini, ia mengungkapan, meskipun diyakini hukumnya makruh, segala sesuatu dikembalikan pada niat yang melakukannya. Kutip Bang Zack, Rasul pada intinya mengatakan, "Serahkan pada hati dan niatmu. Tanya pada hati dan kembalikan ke niat," kata Bang Zack.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Dr. drg. Melanie Sadono Djamil menambahkan, menjaga kesegaran mulut saat berpuasa sama pentingnya dengan menjaga mulut dari kata-kata yang tidak bermanfaat. Salah satu penyebab bau mulut adalah berkurangnya intensitas mengunyah yang mengakibatkan bakteri masih bertahan di rongga mulut.

"Selama bulan puasa, kegiatan mengunyah kan tidak ada. Kegiatan mengunyah itu juga bagian dari cleansing. Nah, selama puasa, kita kan hanya menelan liur saja sehingga bakteri tetap ada," ujar Melanie.

Jadi, kembali lagi kepada masing-masing pribadi mau tetap sikat gigi siang hari atau tidak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau