Meksiko Tangkap Anggota Mafia

Kompas.com - 26/08/2009, 06:27 WIB
 

 

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Pihak Militer Meksiko mengatakan bahwa tentara Meksiko telah menangkap Luis Ricardo Magana. Menurut para penuntut umum, Magana merupakan salah seorang anggota penting kartel narkoba La Familia yang sebelumnya berada di bawah kendali Kartel Teluk.

Status Magana diperkirakan setingkat dengan pemimpin kartel Servando ”La Tuta” Gomez. ”Diduga, Magana menguasai pengiriman methamphetamine (sabu) ke AS untuk kepentingan kartel itu,” kata Jenderal Luis Arturo Oliver.

Gomez adalah salah seorang buron paling dicari di Meksiko. Dia dianggap bertanggung jawab atas serangan-serangan balasan terhadap para anggota kepolisian federal yang bertugas di Negara Bagian Michoacan, Meksiko Barat. Ini adalah negara bagian yang menjadi markas utama kartel tersebut.

Di bawah Presiden Felipe Calderon, Meksiko kini gencar memberangus gerakan-gerakan mafia. Namun, perang melawan gembong mafia sering kali dibalas dengan pembunuhan pada para aparat oleh kelompok mafia itu sendiri.

Bahkan, Presiden Meksiko sendiri pernah mengatakan bahwa perang melawan mafia justru terhambat karena ada para pejabat dan aparat yang berkolaborasi dengan para gembong mafia.

Oliver mengatakan, Magana ditangkap pada Minggu (23/8) di Pelabuhan Manzanillo di pantai Pasifik. Saat itu dia sedang didampingi lima pria yang diperkirakan adalah pengawalnya. Magana dikenal dengan nama alias ”sembilan belas setengah”.

Kartel La Familia memproduksi sabu dengan skala besar di pabrik-pabrik tersembunyi di daerah pedesaan. Belum ada dakwaan resmi yang dikenakan kepada Magana.

Mayat ditemukan

La Familia (bahasa Spanyol yang artinya adalah keluarga) merupakan salah satu organisasi besar mafia yang bermarkas di Michoacan, Meksiko. Kelompok ini memiliki keberanian yang luar biasa untuk membalas balik para musuh yang menghalangi operasi mereka.

Sementara itu, polisi di Negara Bagian Sinaloa, Meksiko utara, menemukan empat kepala manusia dalam sebuah kotak pendingin di pinggir jalan di sebuah desa pada Senin (24/8).

Seorang pejabat kantor kejaksaan di negara bagian itu mengatakan, sebuah pesan, yang merujuk kepada kelompok-kelompok narkoba, ditemukan di dalam kotak pendingin itu. Bagian lain dari mayat-mayat itu ditemukan kemudian dengan jarak sekitar 5 km dari desa tersebut. Sinaloa dianggap sebagai tempat bagi sedikitnya dua kartel narkoba utama di Meksiko.

Perang terhadap mafia di Meksiko telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang tewas sejak akhir 2006. Kedubes AS di Mexico City, Senin, mengumumkan bahwa sebuah tim pejabat AS memulai kunjungan tiga hari ke Meksiko.

Kunjungan itu dimulai pada hari Minggu dan bertujuan untuk mencegah penyelundupan senjata ke Meksiko. Ini adalah bagian dari upaya gabungan AS-Meksiko untuk memerangi kartel-kartel narkoba.

Pemerintah Meksiko mengatakan, senjata yang dipakai kartel-kartel narkoba datang dari AS. Meksiko telah mendesak AS untuk berusaha lebih keras menghentikan penyelundupan senjata api gelap. (AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau