Status Magana diperkirakan setingkat dengan pemimpin kartel Servando ”La Tuta” Gomez. ”Diduga, Magana menguasai pengiriman methamphetamine (sabu) ke AS untuk kepentingan kartel itu,” kata Jenderal Luis Arturo Oliver. Gomez adalah salah seorang buron paling dicari di Meksiko. Dia dianggap bertanggung jawab atas serangan-serangan balasan terhadap para anggota kepolisian federal yang bertugas di Negara Bagian Michoacan, Meksiko Barat. Ini adalah negara bagian yang menjadi markas utama kartel tersebut. Di bawah Presiden Felipe Calderon, Meksiko kini gencar memberangus gerakan-gerakan mafia. Namun, perang melawan gembong mafia sering kali dibalas dengan pembunuhan pada para aparat oleh kelompok mafia itu sendiri. Bahkan, Presiden Meksiko sendiri pernah mengatakan bahwa perang melawan mafia justru terhambat karena ada para pejabat dan aparat yang berkolaborasi dengan para gembong mafia. Oliver mengatakan, Magana ditangkap pada Minggu (23/8) di Pelabuhan Manzanillo di pantai Pasifik. Saat itu dia sedang didampingi lima pria yang diperkirakan adalah pengawalnya. Magana dikenal dengan nama alias ”sembilan belas setengah”. Kartel La Familia memproduksi sabu dengan skala besar di pabrik-pabrik tersembunyi di daerah pedesaan. Belum ada dakwaan resmi yang dikenakan kepada Magana. La Familia (bahasa Spanyol yang artinya adalah keluarga) merupakan salah satu organisasi besar mafia yang bermarkas di Michoacan, Meksiko. Kelompok ini memiliki keberanian yang luar biasa untuk membalas balik para musuh yang menghalangi operasi mereka. Sementara itu, polisi di Negara Bagian Sinaloa, Meksiko utara, menemukan empat kepala manusia dalam sebuah kotak pendingin di pinggir jalan di sebuah desa pada Senin (24/8). Seorang pejabat kantor kejaksaan di negara bagian itu mengatakan, sebuah pesan, yang merujuk kepada kelompok-kelompok narkoba, ditemukan di dalam kotak pendingin itu. Bagian lain dari mayat-mayat itu ditemukan kemudian dengan jarak sekitar 5 km dari desa tersebut. Sinaloa dianggap sebagai tempat bagi sedikitnya dua kartel narkoba utama di Meksiko. Perang terhadap mafia di Meksiko telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang tewas sejak akhir 2006. Kedubes AS di Mexico City, Senin, mengumumkan bahwa sebuah tim pejabat AS memulai kunjungan tiga hari ke Meksiko. Kunjungan itu dimulai pada hari Minggu dan bertujuan untuk mencegah penyelundupan senjata ke Meksiko. Ini adalah bagian dari upaya gabungan AS-Meksiko untuk memerangi kartel-kartel narkoba. Pemerintah Meksiko mengatakan, senjata yang dipakai kartel-kartel narkoba datang dari AS. Meksiko telah mendesak AS untuk berusaha lebih keras menghentikan penyelundupan senjata api gelap.