KANDAHAR, KOMPAS.com — Para tim penolong dengan penuh kekalutan berusaha mengeluarkan para korban ledakan bom truk di Kandahar, Afganistan, Selasa (25/8), yang menewaskan sedikitnya 36 orang dan melukai puluhan lain.
Kandahar adalah kota terbesar di Afganistan selatan, tempat gerilyawan Taliban yang memerangi pemerintah dukungan Barat memiliki markas besar. "Saya merasakan seperti gempa bumi. Bom itu meledak dan ada ledakan yang sangat besar," kata Agha Lalai, seorang angota dewan Provinsi Kandahar kepada AFP.
Bom berdaya ledak sangat tinggi itu menghantam kawasan ramai di kota Kandahar. Bom truk itu menghantam 10 bangunan, membuat para korban terperangkap di bawah puing.
Bom itu meledak dekat sebuah wisma tamu yang sering dikunjungi orang asing, dekat markas besar intelijen Provinsi Kandahar dan kurang dari 1 kilometer dari rumah Ahmad Wali Karzai, saudara laki-laki Presiden Afganistan Hamid Karzai.
Wakil Kepala Polisi Kandahar Fazel Ahmad Shairzad mengatakan, "Itu adalah bom truk yang menyebabkan semua korban dan kerusakan. Pada tahap ini kami tidak tahu apa sasaran ledakan itu. Kami sedang menyelidiki."
Seorang pejabat senior polisi mengatakan itu adalah bom truk bunuh diri. Tidak ada pernyataan bertanggung jawab segera atas ledakan itu. Namun, juru bicara kementerian dalam negeri menyalahkan serangan tersebut kepada gerilyawan terkait Taliban. Kandahar adalah markas kekuasaan bekas rezim Taliban yang digulingkan dari kekuasaan di Afganistan oleh serangan pimpinan AS tahun 2001 dan diganti dengan pemerintah dukungan Barat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang