TANGERANG, KOMPAS.com — Sekitar 15 orang yang menyebut dirinya Barisan Muda Betawi melakukan aksi unjuk rasa di depan Masjid Al Munawwarah, Pamulang. Aksi dilakukan pada Rabu (26/8) bersamaan dengan konferensi pers yang digelar Abu Jibril di masjid tersebut.
Konferensi pers itu dilakukan terkait penangkapan Mohamad Jibril alias Muhamad Ricky Ardhan yang merupakan anak pertama Abu Jibril oleh polisi, Selasa.
Para pengunjuk rasa menuntut agar konfrensi pers tersebut dibubarkan dan keluarga Abu Jibril meninggalkan Kompleks Witana Harja, Pamulang. "Kami asli warga sini yang resah terhadap Abu Jibril. Usir dia dari sini," kata Aay Samudra, Ketua Barisan Muda Betawi.
Para demonstran terus meneriakkan agar Abu Jibril angkat kaki dari kompleks tersebut. Meski hanya berjumlah belasan orang, Aay tidak merasa takut. Ia bahkan mengaku akan melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar.
Aksi tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat Kepolisian Sektor Metro Pamulang. Aksi tersebut juga sempat menjadi tontonan warga yang melintas. Setelah beberapa jam melakukan aksinya, para demonstran membubarkan diri dengan tertib.
Menanggapi hal tersebut, Munarman, dari tim pengacara Mohamad Jibril, mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut bukan merupakan tuntutan warga setempat, melainkan tindakan premanisme. "Tindakan tersebut bukan dari warga, tapi dari preman," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang