Belasan Orang Demo Saat Abu Jibril Konferensi Pers

Kompas.com - 26/08/2009, 11:55 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Sekitar 15 orang yang menyebut dirinya Barisan Muda Betawi melakukan aksi unjuk rasa di depan Masjid Al Munawwarah, Pamulang. Aksi dilakukan pada Rabu (26/8) bersamaan dengan konferensi pers yang digelar Abu Jibril di masjid tersebut.

Konferensi pers itu dilakukan terkait penangkapan Mohamad Jibril alias Muhamad Ricky Ardhan yang merupakan anak pertama Abu Jibril oleh polisi, Selasa.

Para pengunjuk rasa menuntut agar konfrensi pers tersebut dibubarkan dan keluarga Abu Jibril meninggalkan Kompleks Witana Harja, Pamulang. "Kami asli warga sini yang resah terhadap Abu Jibril. Usir dia dari sini," kata Aay Samudra, Ketua Barisan Muda Betawi.

Para demonstran terus meneriakkan agar Abu Jibril angkat kaki dari kompleks tersebut. Meski hanya berjumlah belasan orang, Aay tidak merasa takut. Ia bahkan mengaku akan melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar.

Aksi tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat Kepolisian Sektor Metro Pamulang. Aksi tersebut juga sempat menjadi tontonan warga yang melintas. Setelah beberapa jam melakukan aksinya, para demonstran membubarkan diri dengan tertib.

Menanggapi hal tersebut, Munarman, dari tim pengacara Mohamad Jibril, mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut bukan merupakan tuntutan warga setempat, melainkan tindakan premanisme. "Tindakan tersebut bukan dari warga, tapi dari preman," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau