Chrysler dan Daimler Bersiteru ke Meja Hijau

Kompas.com - 26/08/2009, 12:34 WIB

DETROIT, KOMPAS.com — Dua raksasa otomotif dunia, Chrysler Group LLC dan Daimler AG, terlibat perseteruan terkait permasalahan kontrak kerja sama bisnis. Chrysler secara resmi menuntut mantan rekan bisnisnya itu karena menghentikan pasokan komponen dalam kegiatan produksi yang tercantum dalam kontrak kerja sama kedua pihak.

Akibatnya, beberapa produk tengah terancam penghentian produksi, yakni Dodge Challenger, Charger, Chrysler 300, dan Jeep Grand Cherokee. Bahkan dalam ajang Frankfurt Motor Show 2009 September, pabrikan berencana menampilkan mesin 2.200 cc diesel di beberapa varian andalannya, yaitu Dodge Caliber, Jeep Compass, dan Patriot.

Prinsipal otomotif asal Amerika Serikat itu juga tengah mencari langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah pemberhentian pasokan mesin diesel, konverter torsi, dan rumah stir, mengingat pentingnya komponen ini. Sebab, komponen-komponen tersebut yang tak bisa diperoleh dari supplier lain.

Kerja sama ini sebelumnya berjalan lancar ketika kedua perusahaan itu melebur menjadi satu di bawah naungan Daimler Chrysler AG. Namun, Daimler kemudian menjual saham Chrysler ke Cerberus Capital Management LP pada 2007. Namun, kontrak supplier diposisikan sebagai sebuah kausal pengamanan (safeguard).

Chrysler Group mengajukan berkas tuntutannya ke Daimler di Pengadilan Pailit Amerika Serikat (US Bankruptcy Court) di New York, akhir pekan lalu. Namun, hingga saat ini, juru bicara Daimler Han Tjan hanya membisu, tak memberi komentar lebih lanjut seperti dikutip Detroit News.

Pabrikan Jerman itu mengklaim bahwa Chrysler berutang 79 juta dollar AS karena tidak membeli mesin 2.200 cc diesel sebanyak yang dipesan sebelumnya. Hal ini terjadi mengingat kejatuhan pasar yang mereka alami di pasar Eropa dan Amerika Utara tahun ini.

Rencananya, pasokan komponen ini akan digunakan untuk meneruskan produksi sejumlah kendaraan tahun produksi 2010. Namun, pabrik perakitan mereka sempat ditutup selama 42 hari dengan adanya Chapter 11 (skema pailit) dari Pemerintah AS. Nah, sekarang kegiatan produksi sudah mulai berjalan kembali sehingga membutuhkan pasokan komponen itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau